Moratorium Obligasi Rekap BLBI Bisa Tahan Kemerosotan Rupiah
📅 Kamis, 15 Apr 2021, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Hot Money"
Secara terpisah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Imron Mawardi, mengatakan anjloknya rupiah karena dinamika di AS akan terus berlanjut dan mengganggu target pemulihan pertumbuhan karena harga bahan baku akan melambung.
"Seharusnya rupiah tidak se-undervalued seperti ini. Undervalued ini terjadi karena Biden memberikan insentif yang tinggi demi mengumpulkan dana untuk program stimulusnya yang besar. Karena sebagian besar investasi yang ada di kita hot money, maka para fund manager tentu berusaha mengalihkan dananya ke aset yang lebih menarik. Inilah rentannya hot money," kata Imron.
Lain halnya dengan Manajer Riset Fitra, Badiul Hadi, yang menilai kemerosotan rupiah hanya bisa ditahan jika pemerintah melakukan moratorium bunga obligasi rekap. Dengan moratorium akan meningkatkan kepercayaan investor di pasar keuangan untuk tetap memegang aset rupiah, karena pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih leluasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pembentukan Satgas penagihan BLBI mendapat respons yang positif, namun harus ditindaklanjuti dengan mengurangi beban keuangan negara melalui moratorium," tutup Badiul.
n SB/ers/E-9
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!