Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cara Memulai Saham untuk Investor Pemula

📅 Kamis, 08 Apr 2021, 05:45 WIB | Oleh:

Seperti yang kamu tahu, ada beberapa saham yang hanya dijual dengan harga Rp50 perak per lembar. Dalam investasi saham, Anda hanya dapat membeli satu batch yang salah satunya terdiri dari 100 saham. Nah, jika Anda membeli banyak saham dengan harga masing-masing Rp50, itu artinya Anda hanya perlu membayar Rp5.000 untuk bisa memiliki saham Anda.

Tetapi jika Anda hanya menginvestasikan nilai yang terlalu kecil, manfaat apa yang dapat Anda penuhi? Jika Anda ingin mendapat untung yang lumayan, paling tidak "layak" artinya Anda harus membeli saham dengan harga yang lebih tinggi.

Tidak harus mahal, cukup pilih harga yang Anda mampu. Rumusnya adalah menggunakan minimal 1% dana yang Anda keluarkan untuk membeli saham sebagai keuntungan. Misal, kalau Rp 5 juta dan untung 1%, nilainya Rp 50.000. Jika profit Anda setinggi 10% setiap kali harga saham naik, Anda bisa mendapatkan minimal Rp 500.000 secara gratis.

3. Pilih Saham yang Terdaftar di Indeks LQ45 atau IDX30

Daftar saham yang diterbitkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia) merupakan pengukuran statistik perubahan harga suatu kelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu.

Nah, bagi para pemula yang bingung membeli saham batch pertama, bisa memilih saham-saham yang termasuk dalam indeks LQ45 atau IDX30 di indeks saham BEI. Jangan khawatir, sebagian besar saham di indeks ini sangat likuid.

Selain itu, pilih perusahaan dengan latar belakang dan fundamental yang baik. Oleh karena itu, bagi mereka yang baru mengenal dunia saham, Anda dapat memilikinya di kedua indeks tersebut tanpa perlu khawatir di mana harus membeli saham yang aman.

4. Membeli Saham dari Perbankan atau Consumer Goods

Setelah memahami apa itu indeks saham LQ45 atau IDX30, langkah selanjutnya adalah menyeleksi saham dari bank atau perusahaan yang bergerak di industri consumer goods.

Membeli saham dari bank dan perusahaan besar yang bergerak di bidang consumer goods sebagai stok pertama adalah cara paling bijak dan teraman untuk mengalami stok pertama.

Karena perusahaan-perusahaan ini adalah perusahaan sederhana, maka produk yang mereka hasilkan untuk kepentingan umum dan dijamin mendapatkan keuntungan yang cukup besar setiap tahunnya. Artinya jika harga saham tidak stabil, aman dan menguntungkan, biasanya harga saham naik bukan?

Kalaupun harga saham turun secara tiba-tiba, perusahaan jenis ini biasanya tidak butuh waktu lama untuk kembali normal dan menguntungkan.

5. Beli saat Harga Turun

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Jaga Stabilitas Ekonomi, Pe...
Luar Negeri
Satu Orang Tewas, Lima Luka...
Megapolitan
Polisi Berhasil Gagalkan Re...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.