Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim Riset Elon Farm Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Air Laut

📅 Kamis, 22 Okt 2020, 17:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tim Riset Elon Farm Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Air Laut Doc: Istimewa
Ket. Marin Aquaagriculture

JAKARTA- Peneliti lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mendirikan tim riset Elon Farm,Dr Joel mengembangkan marine aquagriculture yang disebutnya sebagai pertanian modern berbasis air laut.

"Metode ini sudah berjalan dan sudah berkembang di beberapa titik skala industri di kawasan Bogor, Jawa Barat," kata Joel dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (22/10).

Ia berharap metode tersebut mampu menjawab ancaman kelangkaan pangan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Terlebih saat ini, ketika hampir seluruh negara mengalami kecemasan akan ketersediaan pangan sehingga isu ketahanan pangan menjadi sentral di hampir semua negara di dunia. Sehingga wajar jika semua negara seakan berlomba melakukan inovasi teknologi dalam memproduksi pangan.

Tak ketinggalan Indonesia, masyarakatnya terus berinovasi dalam upaya pencapaian kedaulatan dan kemandirian pangan agar ketahanan pangan bisa tercapai dan terjaga termasuk yang dilakukan Tim Riset Elon Farm.

Joel mengatakan inovasi Tim Riset Elon Farm ini sebelumnya telah sukses dalam membuat metode Freshwater Aquagriculture yang bisa mengoptimalkan lahan dalam sebuah ekosistem resirkulasi air dan membudidayakan setidaknya empat komoditas seperti ikan, udang galah, sayuran, dan mutiara air tawar dalam satu sistem.

Langkah selanjutnya, kata Joel, Elon Farm sedang mengembangkan Marine Aquagriculture, sebuah terobosan metode yang sama dengan Freshwater Aquagriculture.

Perbedaannya, Marine Aquagriculture menggunakan air laut dan komoditas yang dikultur adalah ikan kerapu, kerang abalon, tiram mutiara, dan anggur laut.

"Marine Aquaponic akan menjadi salah satu solusi masa depan dalam memproduksi pangan dari komoditas hasil laut secara masif untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor," katanya seperti dikutip Antara.

Marine Aquagriculture selain untuk tujuan produksi pangan berbasis air laut, dengan fasilitas yang modern dan bersih juga akan sangat baik jika digabungkan dengan marine ecotorism. Hal itu sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

"Kami bersama tim saat ini sedang melakukan instalasi sistem. Semoga inovasi ini sebagai tonggak kemajuan bangsa Indonesia khususnya di dunia ketahanan pangan, dan hasilnya akan terlihat pertengahan Desember 2020 ini," kata Joel.bud/E-9


Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Data Terbaru, BPS Catat Pen...

Kobaran Api Meluas, Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam

49 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Kobaran Api Meluas, Karhutl...

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.