Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unair Fokus pada Riset Pengembangan Obat Covid-19

📅 Jumat, 16 Okt 2020, 13:26 WIB | Oleh:
Unair Fokus pada Riset Pengembangan Obat Covid-19 Doc: ANTARA Jatim/Willy Irawan.
Ket. Rektor Unair Prof Mohammad Nasih saat memberikan keterangan pers.

SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memfokuskan risetnya pada pengembangan obat baru dan vaksin Covid-19. Ini dilakukan setelah merampungkan laporan uji klinis kombinasi obat pada Badan Intelijen Negara (BIN).

Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih di Surabaya, Kamis (15/10), mengatakan obat baru yang dikembangkan adalah obat Unair 3. Obat tersebut merupakan hasil riset terbaik dari lima senyawa sintetis obat baru yang dikembangkan Unair.

"Untuk obat baru yaitu Unair 3 mempunyai efektivitas lebih tinggi dari senyawa lain yang kami teliti. Saat ini sedang persiapan pengajuan uji klinis ke manusia," ucapnya.

Untuk vaksin Covid-19, Nasih menjelaskan telah mengalami perkembangan besar dan diharapkan selesai pada pertengahan tahun 2021.

"Vaksin merah putih kami untuk Covid-19 mengalami perkembangan besar. Secara nasional menjadi prioritas untuk dikembangkan. Kami riset sejak Mei dan Juni, harapannya pertengahan 2021 sudah selesai karena Desember baru kami bisa uji klinis," kata Nasih.

Pengujian vaksin ini, dikatakan Nasih bekerja sama dengan Oxford University, termasuk uji lainnya yang melibatkan Rumah Sakit Unair dan RSUD Dr Soetomo.

Tunggu Arahan

Terkait kombinasi obat yang diteliti Unair, Nasih mengungkapkan laporan perkembangan uji klinis sudah diberikan pada BIN dan TNI AD. Untuk selanjutnya, kata dia, pihaknya masih menunggu arahan dari BIN untuk pengembangannya.

"BPOM dan pemerintah masih fokus dalam hal vaksin. Artinya obat kombinasi yang sudah kami proses untuk uji klinis saat ini dukungan dari pemerintah sudah berkurang. Yang pasti kami sangat bersyukur obat kombinasi ini masuk dalam rekomendasi ikatan dokter paru Indonesia," ucapnya.

Nasih mengungkapkan riset kombinasi obat dilakukan dalam rangka jangka pendek untuk segera mengatasi Covid-19 sehingga jika sudah masuk pada pengembangan vaksin, maka perlu dikaji lebih lanjut apakah perlu meneruskan riset kombinasi obat.

"Prosesnya riset kombinasi obat ini masih sangat panjang. Masalahnya memang apa situasi ini masih relevan saat vaksin sudah ditemukan. Jadi apakah seimbang nanti pengorbanan kami dengan manfaatnya obat ini. Karena untuk membeli bahan obat juga tidak murah, pada sisi lain relevansinya juga agak berkurang waktunya," kata Nasih.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini mengungkapkan meskipun pengembangan kombinasi obat belum berlanjut, pihaknya sebagai perguruan tinggi memang sudah merasakan manfaatnya karena hasil risetnya sudah mendapat pengakuan.

"Inginnya kami lebih optimal, tetapi karena sumber daya manusia (SDM) terbatas maka kami tidak bisa 100 persen puas dengan hasil yang ada," tuturnya.

Guru besar bidang Ilmu Sejarah Perkotaan Unair, Purnawan Basundoro, menyoroti pandemi Covid-19 yang telah memengaruhi banyak hal, terlebih mobilitas massa di kota-kota besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Data Terbaru, BPS Catat Pen...

Kobaran Api Meluas, Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam

49 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Kobaran Api Meluas, Karhutl...

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.