Pemerintah Jangan Terlalu Agresif Berutang
Selasa, 29 Sep 2020, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiPemerintah, tambah Eric, sebaiknya tidak mengambil risiko berutang lebih besar dari kebutuhan pembiayaan. Lebih bijaksana disesuaikan dengan realisasi belanja.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam rapat kerja secara virtual dengan Komisi XI DPR memproyeksikan neraca keuangan bank sentral defisit 21,8 triliun rupiah pada 2021 salah satunya disebabkan kebijakan berbagi beban atau burden sharing untuk mendukung APBN.
Otoritas moneter, papar Perry, hingga 24 September 2020 BI telah menyerap SBN di pasar perdana senilai 234,65 triliun baik melalui melanisme pasar 51,17 triliun rupiah maupun secara langsung 183,48 triliun rupiah. Selain burden sharing, defisit keuangan BI, juga disebabkan suku bunga global menurun sehingga penerimaan devisa asing juga turun.
n SB/uyo/E-9
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!