Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Potensi Teh di Era Kuliner Kekinian

📅 Selasa, 21 Jan 2020, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Potensi Teh di Era Kuliner Kekinian Doc: ist

Tahun 2020 minuman beserta makanan olahan teh diprediksi kian menunjukan tajinya. Sama halnya dengan kopi, minuman beraroma khas ini pun bakal menjadi bagian tren minuman kekinian yang belakangan semakin digandrungi masyarakat Indonesia.

Berbicara soal teh, yang ada dibenak kita pasti 'tradisi' leluhur kuno di baliknya. Minuman yang menyegarkan yang dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan itu hingga kini masih terus ada, bahkan menjelma menjadi salah satu olahan minuman favorit kekinian. Founder Indonesia Tea Institute sekaligus pakar teh, Ratna Somantri kepada Koran Jakarta menceritakan, pada 2020 akan semakin banyak orang yang melirik teh sebagai alternatif minumannya.

"Geliat konsumsi kopi memang sedang menjamur, tapi kini mulai banyak orang juga mulai melihat ke teh dengan aneka olahan minuman kekiniannya," papar Ratna saat ditemui di acara konferensi pers National Matcha Day with Matchamu di kawasan Kuningan, Jakarta, belum lama ini.

Minuman dengan olahan teh sudah mulai masuk Indonesia sejak beberapa tahun belakangan ini, dan responnya cukup baik, sebut saja Taiwanese tea, Thai Tea, atau Matcha.

Ketiga jenis olahan minuman teh manca negara itu masing-masing memilik karateristik yang berbeda, yang tentu sangat khas pula dari sisi pengolahannya.

"Sebagai contoh terbaiknya itu Matcha, karena teh ini sangat populer di dunia. Minuman tradisional asal Jepang yang kerap disajikan sebagai bagian dari upacara minum teh di kalangan para bangsawan itu hingga kini masih ditanam melalui proses yang khusus sesuai tradisi," ceritanya.

Sehingga sejak dahulu sampai saat ini, Matcha masih dianggap sebagai salah satu minuman olahan teh terbaik dunia yang menyimpan banyak khasiat. Perlu Anda ketahui, secara teknis penanaman beberapa minggu sebelum daun dipetik, tanaman matcha ditutupi terlebih dahulu untuk meminimalisasi paparan sinar matahari. Hal ini bertujuan agar tanaman mengandung polifenol tinggi sehingga daunnya lebih hijau, terasa lebih manis dan tidak terlalu pahit. Karena kaya akan asam amino, matcha memiliki rasa gurih dan creamy yang khas atau disebut umami.

"Sayangnya, pengetahuan masyarakat soal teh masih lemah, matcha pun masih kerap disamakan dengan teh hijau. Secara fisik, matcha memang teh hijau berbentuk bubuk (tea powder). Berbeda dengan teh Indonesia yang dinikmati hanya dari seduhan daunnya yang telah dikeringkan, matcha justru memanfaatkan seluruh bagian daun teh dengan cara digiling, setelah melewati proses panen yang rumit," terang Ratna.

Sebagai informasi, ada beberapa cara untuk mengecek keaslian matcha. Pertama, dari segi harga biasanya matcha asli memiliki harga yang tidak murah. Selain harga, Ratna menyampikan sering kali pula minuman matcha dengan banderol mahal ternyata bukan dari matcha asli. Untuk kasus ini, biasanya mereka menggunakan campuran pewarna hijau. "Untuk membedakannya, matcha itu punya aroma yang khas yang tidak bisa didapatkan dari aroma lain. Wangi dan rasa daunnya itu manis dan creamy," jelas dia.

Selalu Dibutuhkan

Lebih lanjut tren matcha pun disinyalir tidak akan pernah padam. Hal ini karena selain diolah menjadi minuman yang segar dan menyehatkan, jenis teh ini belakangan kerap dijadikan bahan utama untuk membuat olahan makanan lain.

Stefani Horison juara MasterChef Indonesia 2019, menyampaikan, sekalipun tren minuman ini hilang, matcha masih dibutuhkan karena karakteristik rasa yang sudah melekat di masyarakat.

"Teh ini sudah banyak penggemarnya, dari sisi rasa cenderung memiliki sensasi dan aroma yang unik, sehingga dapat menyempurnakan hasil masakan," terangnya. Mau dijadikan cream, topping, crumble, matcha itu bisa semua.

"Saya sendiri sering bereksperimen membuat olahan matcha. Waktu itu pernah coba-coba bikin roti yang dicampurkan bubuk matcha ternyata enak juga. Tapi saya sendiri lebih sering mengolah matcha dalam bentuk cair misalnya dibikin cream atau saus," sambung Fani.

Dan perlu Anda ketahui matcha juga selalu masuk dalam 5 atau 10 besar penjualan terlaris di berbagai restoran. Bahkan, menurut data internal Matchamu, matcha merupakan produk terlaris kedua yang dijual oleh kedai-kedai kopi maupun coffee shop.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Penataan Kawasan Unggulan R...

Hasil Penataan Jalan Rasuna Said Segera Diresmikan

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
Nasional
KPK Dalami Pembelian ATG pa...
Olahraga
Persita Cuci Gudang, Robohk...
Olahraga
Piala Dunia, Laga Meksiko V...
Megapolitan
Dinas PPKUKM DKI Optimalkan...

Aset Negara Harus Diselamatkan, Hotel Sultan Dieksekusi

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Aset Negara Harus Diselamat...

Iran Akan dibombardir Selama Dua Tahun Penuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Iran Akan dibombardir Selam...

Piala Dunia, Swiss Yakin Akan Gulung Bosnia  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Swiss Yakin Ak...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PWNU Jateng dan DIY Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.