Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenristek Buat Klasterisasi Penelitian Kampus

📅 Rabu, 20 Nov 2019, 01:00 WIB | Oleh:
Kemenristek Buat Klasterisasi Penelitian Kampus Doc: istimewa

JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah membuat klasterisasi perguruan tinggi untuk bidang penelitian. Ini dilakukan untuk melengkapi peran perguruan tinggi yang tidak lepas dari kegiatan penelitian.

"Klasterisasi ini memang belum sempurna, tapi kita harus mulai berani mengungkap posisi tiap-tiap perguruan tinggi di bidang penelitian, sehingga nanti dapat diketahui posisinya dan diharapkan perguruan tinggi yang masih kurang, bisa meningkatkan klasternya," kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/KBRIN), Bambang Brodjonegoro, dalam acara Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi 2016-2018, di Jakarta, Selasa (19/11).

Bambang mengatakan klasterisasi tersebut dilakukan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh tiap perguruan tinggu di Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitabmas). Klasterisasi berdasarkan hasil evaluasi meliputi sumber daya penelitian (30 persen), manajemen penelitian (15 persen), luaran atau output (50 persen), dan revenue generating (5 persen).

Ia mengungkapkan berdasarkan hasil evaluasi tersebut menentukan posisi masing-masing perguruan tinggi mulai dari Binaan, Madya, Utama, dan Mandiri. Klasterisasi tersebut berdampak pada kuota anggaran penelitian dan pengelolaan dana desentralisasi.

"Anggaran maksimal yang dapat dikelola oleh perguruan tinggi klaster mandiri adalah 30 miliar rupiah per tahun, perguruan tinggi klaster utama sebesar 15 miliar rupiah per tahun, perguruan tinggi klaster madya sebesar 7,5 miliar rupiah per tahun, sedangkan perguruan tinggi klaster binaan dapat mengelola dana penelitian sebesar dua miliar rupiah per tahun," jelas Bambang.

Menristek/KBRIN menyatakan bahwa klasterisasi memiliki peran strategis dan semua perguruan tinggi berkewajiban menyampaikan data kinerja penelitiannya untuk penilaian pada periode berikutnya. Hal ini juga berlaku untuk perguruan tinggi yang belum pernah menyampaikan data kinerja penelitiannya.

Berdasarkan hasil penilaian terdapat 47 perguruan tinggi yang masuk dalam kelompok Mandiri, 146 perguruan tinggi kelompok Utama, 479 perguruan tinggi kelompok Madya, dan sebanyak 1.305 perguruan tinggi kelompok Binaan.

Adapun 10 besar perguruan tinggi dengan kinerja tertinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Udayana. ruf/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.