Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Pola Konsumsi yang Benar Penting untuk Kesehatan

📅 Jumat, 15 Nov 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pola Konsumsi yang Benar Penting untuk Kesehatan Doc: istimewa

Judul : Resep Panjang Umur Sehat & Sembuh
Penulis : Tan Shot Yen dan Hindah Muaris
Penerbit : Gramedia
Cetakan : November 2018
Tebal : 172 halaman
ISBN : 978-602-06-1949-1

Dulu banyak orang meninggal karena penyakir menular seperti kolera atau TBC. Kini menurut Kementerian Kesehatan, 80 persen kematian karena penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, serangan jantung, dan stroke. Peralihan ini karena berbagai sebab, namun salah satunya karena makan yang tidak teratur. Pola makan menentukan panjang umur setiap orang.

Makan sembarangan menjadikan badan terlalu gemuk (obesitas). Menurut data, ada 26,6 persen penduduk mengalami obesitas. Ini berarti tak kurang dari 44,3 juta orang Indonesia hidup kegemukan. Mungkin karena semakin kurang waktu untuk berolahraga. Bangun terlalu pagi berangkat kerja dan pulang terlalu malam sampai rumah.

Angka tersebut diikuti hipertensi sebesar 25,8 persen atau 42,1 juta orang. Kemudian, diabetes melitus sebesar 6,9 persen atau 10 juta orang, dan stroke 1,21 persen atau 1,2 juta (hal 27). Melihat kondisi demikian kementerian kesehatan mencoba memberi panduan pola makan dengan program "isi piringku".

Program yang dimulai tahun 2017 itu pemerintah coba menerapkan pola gizi seimbang. Saat makan, masyarakat diharapkan mengisi piringnya 50 persen sayur segara dan buah. Ini bertujuan supaya tidak terlalu banyak nasi masuk. Maka, warga perlu tahu cara memasak sayur segar.

Tan Shot Yen adalah ahli nutrisi, sedangkan Hindah Muaris tak lain adalah seorang yang pandai memadukan sisi kuliner dan teknologi pangan. Buku ini berisi tips dan resep mengolah makanan sehat serta memadukan sayur serta buah secara tepat. Kalau pola makan sehat, masyarakat juga akan sehat. Sebaliknya, pola makan yang buruk, berakibat tidak baik bagi kesehatan masyarakat. Pola makan tidak sehat juga melahirkan berbagai penyakit. Maka ibu rumah tangga perlu mempelajari juga cara memadukan porsi gizi dan proses memasak bahan-bahan makanan/sayuran.

Masyarakat juga harus pandai memilih bahan yang akan dikonsumsi. Sebab tidak setiap bahan baik untuk setiap orang. Contoh, kentang, bayam, dan biji-bijian mentah, yang banyak mengandung senyawa oksalat, pembentuk batu ginjal. Ini bisa diakali untuk menghilangkan atau mengurangi oksalat. Caranya, direbus, diolah, atau difermentasi. Langkah ini akan membuat kadar oksalat menurun.

Banyak warga suka mengonsumsi telor setengah matang. Padahal telur adalah bagian dari protein. Telur akan mudah dicerna bila dimasak matang, bukan setengah matang, apalagi dikonsumsi mentah (hal 17). Namun begitu, banyak juga kebiasaan masyarakat yang sudah benar. Misalnya, mereka mengonsumsi makanan atau sayuran dalam kondisi mentah alias tak perlu dimasak, di antaranya selada, kacang panjang, daun kemangi, terong bulat, timun, dan tomat tentunya.

Jangan lupa juga mengonsumsi buah-buahan. Kombinasi makan sayur, buah, dan olahraga teratur akan menghasilkan tubuh yang sehat dan bugar (hal 29). Buku ini bisa menjadi panduan untuk memulai hidup dengan pola makan yang sehat.Diresensi Erni Dayamanti, pencinta pola hidup sehat

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Kabut Asap Pekat Menyelimuti Singapura

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Luar Negeri
Kabut Asap Pekat Menyelimut...

Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Sulawesi Utara

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antrean Kendaraan Mengular ...
Nasional
TNI dan ADF Gelar Latihan O...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.