Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Baca Naskah, Suara Punya Nilai! Industri Voice Over Masuk dalam Subsektor Ekraf

5 Jumat, 16 Okt 2026, 05:33 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Baca Naskah, Suara Punya Nilai! Industri Voice Over Masuk dalam Subsektor Ekraf Bukan Sekadar Baca Naskah, Suara Punya Nilai! Industri Voice Over Masuk dalam Subsektor Ekraf Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar (ketiga dari kanan, depan) berfoto bersama para peserta Wonder Voice of Indonesia di Jakarta.

BANDUNG - Kementerian Ekonomi Kreatif memasukkan profesi pengisi suara atau voice over sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif dalam Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) untuk memperluas peluang kerja dan mengembangkan potensi industri.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Bandung, Kamis (15/10), mengatakan pengakuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan industri pengisi suara yang memiliki potensi ekonomi.

“Jadi kan ada subsektor mulai fashion, kuliner, kriya, games aplikasi, musik, film, sekarang ada tambahannya adalah voice over,” kata Teuku Riefky dalam kegiatan Wonderful Voice of Indonesia 2026.

Ia mengatakan pengembangan industri pengisi suara dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dengan Voice Institute Indonesia sejak 2022, antara lain melalui program Wonderful Voice of Indonesia yang merekrut dan melatih talenta untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Dan ini tujuannya adalah untuk perluasan peluang profesi voice over kepada industri, jadi hilirisasi sebetulnya,” ujarnya.

Riefky menyebutkan talenta yang dikembangkan melalui program tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 300 perusahaan untuk berbagai kebutuhan produk dan layanan, sehingga membuka peluang komersialisasi keterampilan pengisi suara.

20261016001831_2.jpg

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat diwawancarai di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (15/10). Antara/Ilham Nugraha

Pada 2025, program tersebut juga mencatat sekitar 7.200 pendaftar yang kemudian melalui proses kurasi untuk memilih talenta terbaik, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap profesi di industri kreatif.

Secara keseluruhan, Riefky menyebut sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025, dengan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sekitar 1 juta hingga 1,5 juta orang setiap tahun.

Ia menambahkan 63 persen tenaga kerja di sektor tersebut berasal dari kalangan Generasi Z dan milenial, sedangkan 58 persen lainnya merupakan perempuan, sehingga industri kreatif dinilai memiliki peluang untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pengembangan subsektor pengisi suara agar dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kemandirian ekonomi generasi muda, serta memperkuat kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Idgitaf Berhasil Boyong Tiga Piala AMI Awards 2026

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Idgitaf Berhasil Boyong Tig...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.