Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Tenaga Kesehatan dan Ambulans Disiagakan di SPBU Buleleng? Ini Penjelasannya

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 05:58 WIB | Oleh:
Mengapa Tenaga Kesehatan dan Ambulans Disiagakan di SPBU Buleleng? Ini Penjelasannya Doc: Antara foto/HO Pemkab Buleleng
Ket. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra seusai membuka kegiatan Konsolidasi dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Buleleng di Kantor Bupati Buleleng, Kamis (15/10).

BULELENG - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiagakan tenaga kesehatan dan ambulans untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Kalau ada warga masyarakat yang antre BBM kemudian mengalami kelelahan atau masalah kesehatan lainnya, mereka bisa segera ditangani,” kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra seusai membuka kegiatan Konsolidasi dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Buleleng, Kamis. 

Sutjidra mengatakan dia telah menginstruksikan seluruh puskesmas yang wilayah pelayanannya terdapat SPBU untuk bersiaga memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya pemberitaan mengenai warga di luar Buleleng yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk pingsan akibat kelelahan setelah mengantre BBM.

Sutjidra menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut dan meminta jajaran kesehatan mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa di Kabupaten Buleleng.

Menurut dia, kesiapan tenaga kesehatan dan ambulans diperlukan agar masyarakat yang mengalami kelelahan maupun keluhan kesehatan lainnya dapat segera mendapatkan penanganan.

“Dari 20 puskesmas yang ada, saya kira itu sanggup untuk mengcover 21 SPBU di seluruh Buleleng,” ungkapnya.

Selain menyiagakan layanan kesehatan, Pemkab Buleleng juga menerjunkan personel Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk membantu menjaga ketertiban serta situasi kondusif.

Kehadiran petugas diharapkan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama berlangsungnya antrean pembelian bahan bakar.

Sutjidra mengatakan pemerintah daerah terus memantau pasokan BBM dan pendistribusiannya kepada masyarakat agar kebutuhan bahan bakar dapat terpenuhi.

Ia mengimbau warga tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan sehingga tidak memperpanjang antrean akibat pembelian berlebihan.

"Jangan ikut panik tidak ada BBM, BBM itu ada, tetapi perlu kita tunggu untuk pendistribusiannya,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Kabut Asap Pekat Menyelimut...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.