Merintis Penerapan Teknologi AI di Tanah Air
📅 Rabu, 08 Mei 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisAI saat ini menjadi kebutuhan mendesak dengan adanya program Smart City dari pemerintah. Transformasi industri 4.0, harus memanfaatkan AI agar optimal. Termasuk proses belajar mengajar dan memasukan dalam kurikulum secara general.
Jika ditelisik, SDM lokal terbangun AI dan penerapan teknologi canggih lainnya dalam lapangan pekerjaannya, tak meresahkan. Dalam industri kecerdasan buatan justru membuat manusia nantinya menjadi master dari teknologi dan sistem yang akan dibuat ini.
"Saya meyakini AI justru memosisikan manusia tidak lagi menjadi buruh atau budak teknologi, namun justru menempatkan manusia dalam posisi sebagai penguasa teknologi itu sendiri," terangnya.

Jika dijabarkan ada tiga hal utama yang harus dilakukan untuk mewujudkan ekosistem kecerdasan buatan lokal bisa tumbuh mandiri, pertama membentuk kurikulum di bidang teknologi AI. Kedua, menciptakan keseragaman antara industri dan akademisi. Ketiga, perkaya pengembangkan riset penelitian agar semakin banyak pemain baru. "Kebutuhan tenaga ahli sangat mendesak, kemudian menjadi tantangan juga yang perlu dikejar untuk mewujudkan ekosistem berbasis teknologi AI," tandas Bens. ima/R-1
Kompetisi "E-Sports Game" Sepakbola
Indonesia Gaming League (IGL) Online Qualifier FIFA 19 FUT pekan kedelapan resmi berakhir. Tercatat lebih dari 400 player yang berpartisipasi untuk memperebutkan tiga slot tersisa yang disiapkan oleh IGL selaku penyelenggara turnamen.
Pada pekan kedelapan, Immanuel Mangasi Fernando (Jakarta), Andersen Tjoeng (Jakarta) dan Andri Luhut (Jakarta) merupakan top three player terakhir yang berhasil masuk ke Big League.
Stephen Clinton, Wakil Ketua IGL mengaku puas dengan apa yang sudah dicapai IGL. "Secara keseluruhan kami puas dengan banyaknya pendaftar yang mengikuti event perdana ini. Setelah ini, kami akan adakan evaluasi kecil guna lebih baik lagi kedepannya,"ujar Clinton di Jakarta, baru-baru ini.
Nantinya, 24 player yang telah memastikan diri di Big League akan menempati dua grup liga yakni Big East dan Big West. Masing-masing liga terdiri dari 12 player. Terkait sistem poin, IGL akan mengikuti format liga pada umumnya.
Kemenangan akan diganjar dengan 3 poin, seri 1 poin dan mereka yang kalah tak mendapatkan poin. Selama fase ini, setiap player yang mengantongi kemenangan juga akan mendapat bonus uang tunai sebesar 350 ribu rupiah per pertandingan yang berhasil dimenangkan. Kedua Big League tersebut akan digelar pada 11 Mei 2019 selama 11 pekan dan dapat disaksikan melalui live stream di YouTube Indonesia Gaming League.

Sebagai informasi, setelah fase Big League, kompetisi berlanjut ke fase 16 besar. Delapan player terbaik dari masing-masing liga akan kembali bertarung dengan sistem home-away. Jika hasil tetap berakhir imbang di dua laga tersebut, maka kedua tim akan adu keberuntungan di babak adu penalti sampai mendapatkan kemenangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!