Merintis Penerapan Teknologi AI di Tanah Air
📅 Rabu, 08 Mei 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Koran jakarta/imantoko
Implementasi teknologi A rtificial Intelligence (AI) di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan, meskipun ada beberapa hal yang perlu "diurus" demi memperkuat basis teknologi baru di Tanah Air.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI diprediksi akan membawa perubahan besar untuk kehidupan manusia. Dampak besar itu sadar atau tidak sudah kita rasakan melalui penerapan simpel teknologi AI yang tersemat dalam kamera smartphone, misalnya.
Dalam porsi yang lebih besar, peran AI pada level smartcity pun juga sangat potensial, teknologi kecerdasan ini bahkan digadang-gadang dapat mempermudah bahkan menggantikan pekerjaan manusia, bisa juga disimpulkan AI lebih pintar dari manusia, khususnya pada sektor pekerjaan dan analisis.
Kendati demikian tingkat adopsi AI di Indoneisa sejauh ini masih tergolong rendah, hal ini diungkap Chief Technology Officer (CTO) dan Co-Founder PT Nodeflux Teknologi Indonesia, Fariz Rahman.
"Kita saat ini masih melakukan adopsi AI di Indonesia. Penerapannya masih belum terlalu banyak jika dibandingkan AS, Tiongkok atau Singapura. Bahkan Singapura cukup banyak menghasilkan startup berbasis AI ini," ujar Faris kepada Koran Jakarta, di sela acara bincang-bincang AI Fostering Greater Good and Beyond di Kemang, Jakarta, belum lama ini.
Tantangan lainnya, selain penerapan ialah diperlukannya langkah cepat untuk membuat masyarakat, akademisi, industri hingga pemerintahan menggunakan teknologi kecerdasan buatan ini secara mandiri sehingga membentuk dan menumbuhkan ekosistem AI di Indonesia.

"Kita sudah melihat bagaimana teknologi ini mulai banyak digunakan, termasuk di Indonesia. Laporan Forrester Consulting menunjukkan antusiasme adopsi teknologi AI di Indonesia cukup tinggi dari Tiongkok dan Singapura," ujar Faris.
Sebagai gambaran, teknologi AI besutan Nodeflux saat ini telah digunakan di beberapa instansi (Polri, BIN, Jasa Marga, Go-Jek), dan dari sisi solusi kualitas, teknologi pun tak kalah dengan perusahaan teknologi asing.
Selain itu, terdapat License Plate Recognition (LPR) berfungsi sebagai pembaca karakter plat kendaraan secara otomatis. Analitik AI ini mampu membaca berbagai jenis plat kendaraan di Indonesia dengan situasi dan kondisi sesuai di lapangan yang menyulitkan, semisal dalam kondisi hujan, kurang cahaya, hingga plat ber-casing. LPR cocok diterapkan sebagai solusi parkir otomatis, pelacakan kendaraan whitelist/ blacklist, hingga penegakan hukum seperti penindakan kendaraan yang melanggar hukum atau terlambat bayar pajak.
"Terdapat beragam analytics lainnya yang sudah diimplementasikan bersama mitra Nodeflux untuk mendukung percepatan solusi dan keputusan tepat sesuai perhitungan dan pengumpulan data yang akurat, mendeteksi jumlah kendaraan lalu-lalang di ruas jalan raya menggunakan Fleet Detection, mendukung keputusan bagi para pemilik atau pemasaran di toko menggunakan Store Analytics, mendukung keamanan berlangsungnya acara, seperti di Asian Games 2018 Jakarta Palembang melalui Surveillance & Security System, serta manajemen ketertiban jalan tol dan penerapan teknologi AI untuk Smart City," paparnya. ima/R-1
Perkuat SDM
Pada kesempatan sama, Bens Pardamean, Head of NVIDIA - BINUS AI Research and Development Center menjabarkan bagaimana sikap pemerintah, dan sektor pendidikan untuk merespon kebutuhan tenaga ahli lokal di era teknologi ini, tak terkecuali AI.

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!