Melestarikan Fondasi Kuliner Dalam Negeri
📅 Sabtu, 09 Feb 2019, 01:00 WIB | Oleh: Dini Daniswari"Supaya tahu tantangan di dunia industri, setelah itu baru membuka usaha sendiri," ujar dia. Hingga saat ini, ICA yang berusia 12 tahun beranggota 6000 an orang chef dari seluruh Nusantara. Sedangkan, anggota yang aktif sebanyak 4000 an orang.din/E-6
Bumbu Rempah Lokal, Kaya Rasa dan Berkhasiat
Rempah-rempah telah dikenal menghasilkan masakan dengan cita rasa lezat. Selain itu, rupanya rampah-rempah yang terdapat dalam masakan dalam negeri dapat menjadi obat.
Rempah-rempah menjadi obat dalam sebuah masakan tidak lain lantaran kandungan yang dimilikinya. "Bahwa menurutku makanan (masakan) Indonesia itu obat yang dibuat enak," ujar Agus Iswandi, 48, chef di LBG Bintani Tangguh, sebuah proyek gas alam.
Sebagai contoh sere, jahe dan kunyit, rempah-rempah yang kerap digunakan dalam berbagai jenis masakan Tanah Air. Kunyit berkhasiat menyembuhkan sekitar lima jenis penyakit kanker.
Sedangkan, jahe dan sere dapat digunakan untuk menyembuhkan flu. "Jadi, kalau ahli kuliner memasak dengan bumbu yang benar, makanan Indonesia dapat menjadi obat," ujar dia yang telah menjadi chef sekitar sekitar 28 tahun.
Laki-laki yang biasa disapa Agus menggaris bawah penggunaan bumbu untuk masakan yang berfungsi sebagai obat harus benar.
Maksudanya, bumbu yang digunakan merupakan rempah-rempah asli serta jenisnya tidak dikurangi. "Karena kadang, ah kurangi bumbu dikit lah, nah itu yang bahaya," ujar dia.
Bahkan lantaran khasiat bumbunya, Agus berani bertaruh untuk tidak perlu khawatir makan daging, termasuk daging kambing yang sering dianggap sebagai biang kolesterol. "Jadi jangan takut makan daging. Itu kolesterol, sepanjang bumbunya rempah-rempah Indonesia, zero. Alias non kolesterol," ujar dia.

Bumbu masakan daging kambing menggunakan jeruk, ketumbar, kecap, bawang merah, bawang putih, ketimun berfungsi sebagai penetrasi. "Asalkan jangan dikurangi (bumbunya)," ujar dia. Selain itu, daging yang digunakan tidak mengandung lemak.
Gempuran makanan asing tidak akan menyurutkan masakan dalam negeri. Selain cita rasanya, pola hidup masyarakat yang mempertimbangkan kesehatan akan menyeleksi makanan yang dikonsuminya.
Agus yang dikenal dengan sebutan Chef Agoesto mengatakan masakan fried chicken yang tengah mewabah akan punah sekitar tujuh tahun mendatang. "Orang akan makan ubi dan jagung," ujar dia tentang sebuah evolusi masakan.
Karena berdasarrkan feasibility study, orang lebih banyak memilih makan sayuran. Pada saat itu, masakan Indonesia yang kaya rempah dan bahan alami akan memiliki peluang untuk menaikkan pamor, khususnya di dalam negeri.din/E-6
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!