Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harmoni Malam Natal di Gunungkidul

📅 Rabu, 26 Des 2018, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harmoni Malam Natal di Gunungkidul Doc: istimewa
Ket. Lagu “Malam Kudus” - Putri Ketua Forum Lintas Iman Gungkidul Aminuddin Aziz, Nazwa Aulia Aziz (kedua dari kiri) dengan biolanya memainkan lagu Malam Kudus, seusai ibadah Misa di Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (24/12) malam.

Serupa sinden kenamaan yang mendendangkan mantra-mantra Jawa kuno, koor yang bertugas pada Misa Natal di Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendendangkan 'Warta Gembira' dalam alunan macapat yang benar-benar syahdu dan khidmat. Seusai macapat selesai, gending Jawa mengalun mengiringi puluhan anggota koor menyanyikan puji-pujian.

Misa Natal pertama yang dilakukan pada Senin (24/12) pukul 18.00 WIB di Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari memang menggunakan tradisi Jawa. Tak hanya menggunakan bahasa Jawa dalam seluruh prosesinya, para petugas Misa pun menggunakan baju adat Jawa. Sedangkan pada misa kedua pukul 21.00 WIB, Misa Natal menggunakan bahasa Indonesia.

"Sehari-hari gereja ini menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar. Namun, khusus misa hari raya kami menggunakan dua bahasa, Jawa dan Indonesia. Demi melestarikan tradisi dan juga harmoni dengan kehidupan di mana kami berada," kata Wakil Pastor Paroki Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari, Romo Oktavianus Eka Novi Setyanta PR kepada Koran Jakarta, seusai misa.

Harmoni juga menjadi kata kunci dari khotbah Natal yang dibawakan Romo Mikael Irwan Susiananta SJ. Meski secara nasional tema Natal 2018 adalah Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita, namun secara khusus, pesan Natal Romo Mikael Irwan adalah bagaimana menghidupi iman dalam masyarakat yang beragam.

Romo Irwan mengajak umat untuk mengutamakan kerukunan dengan menyadari bahwa masyarakat Indonesia itu beragam. Apalagi di tahun politik yang penuh gesekan, kerukunan musti diutamakan.

Jangan Wariskan Kebencian

Harmoni dengan sesama dan alam sekitar yang menjadi ruh dari misa Natal di Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari, benar-benar mewujud pada malam itu dengan kehadiran Ketua Forum Lintas Iman, Aminuddin Aziz bersama putrinya yang masih berusia 13 tahun, Nazwa Aulia Aziz. Seusai ibadah Misa selesai dengan ditandai penutupan oleh ketua panitia Natal.

Aziz dalam sambutan ucapan Natalnya kepada dua ribuan umat Katolik yang mengikuti Misa Natal petang itu menekankan bahwa anak cucu kita tidak boleh diwarisi kebencian kepada sesamanya. "Biarlah yang di atas sana (para politisi) terus mengobarkan intoleransi, tapi kita tidak boleh mewariskan kebencian pada anak-cucu kita," katanya yang disambut tepuk tangan seluruh umat.

Setelah itu, Nazwa, dengan biolanya, memainkan lagu Malam Kudus yang diiringi dengan permainan piano. Nazwa yang berjilbab, melalui musik menyatakan bahwa agama yang berbeda tak bisa memisahkan manusia. Kedatangan Aziz dan putrinya seusai ibadah Misa Natal itu, bukannya tanpa tentangan.

Pada Selasa (25/12) kemarin, saat Koran Jakarta menghubungi Aziz, dia mengatakan telponnya tak berhenti menerima teror. Sudah sejak lama, sebagai aktivis Forum Lintas Iman, dia menerima teror dari orang-orang yang tidak setuju dengan apa yang dia lakukan.

"Soal datang di Misa, saya dan anak saya dan puluhan anggota Forum Lintas Iman dari agama non-Nasrani, masuk gereja setelah ibadah selesai. Jadi kami tidak ikut ibadahnya. Ini sudah jelas sejak awal," jelas Aminuddin.

Begitu juga dengan permainan biola putrinya. Lagu Malam Kudus yang dimainkan putrinya adalah lagu yang sudah sering dimainkan oleh siapapun yang les violin seperti putrinya.

"Lagu Song of Joy yang nadanya sama dengan lagu Malam Kudus itu lagu yang populer, dimainkan oleh banyak orang dari berbagai agama. Tapi, tidak setuju itu tidak apa-apa, yang tidak boleh adalah memaksakan pilihannya sendiri kepada orang lain," papar Aziz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Misi Rahasia di Biak: AS Lacak Prajurit yang yang Hilang

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Misi Rahasia di Biak: AS La...
Luar Negeri
Wabah Penyakit, AS Catat 10...

Pengunjuk Rasa Diimbau Tak Anarkistis

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
Pengunjuk Rasa Diimbau Tak ...
Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.