Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads
-

Menandai Kehidupan Masif di Masa Purba

29 Jumat, 02 Nov 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dalam kurun lima tahun terakhir, desa ini menimbulkan kejutan demi kejutan bagi kalangan peneliti prasejarah. Terdapat demikian banyak temuan fosil fauna prasejarah, yang mengindikasikan daerah itu jutaan tahun lalu adalah pusat kehidupan masif masa purba.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sumarni mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Desa Wisata Banjarejo. Desa wisata yang baru dicanangkan dua tahun lalu ini sudah berkembang pesat. Jumlah pengunjung dan pendapatannya pun mencapai 300 juta rupiah.

"Sungguh luar biasa, semoga ke depannya bisa lebih ramai lagi. Pendapatan bisa lebih dari satu miliar rupiah," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan seperti yang dilakukan Desa wisata Banjarejo bisa ditiru desa lainnya di Kabupaten Grobogan. "Jika ada sepuluh desa seperti Banjarejo ini, saya yakin Grobogan akan semakin hebat," ujarnya.

Achmat Taufik yang juga selaku Ketua Panitia menjelaskan, kegiatan yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Grobogan ini berawal dari banyaknya jerami di sekitarnya yang tidak terpakai. Bahkan warga sampai membakarnya. "Daripada dibakar, seperti ini kan lebih bermanfaat," jelasnya.

Sebanyak 24 binatang purba dan 35 variasi dari jerami ditampilkan dalam acara ini.

"Ke depannya semoga bisa menjadi even yang lebih besar lagi. Syukur bisa nasional, bahkan internasional," ungkapnya.

Sri mengagumi hasil karya replika berbagai hewan purba yang dipajang di lokasi festival. Bahkan saat berkeliling meninjau lokasi festival, ia sempat beberapa kali minta diambil fotonya dengan latar belakang replika hewan dari bahan jerami tersebut. pur/R-1

Karya Seni yang Bisa Dinikmati

Sebagai penyangga pangan nasional, Kabupaten Grobogan memiliki lahan pertanian yang luas. Namun, ketersediaan jerami (batang padi) pasca panen kerap dibakar petani.

Asap pembakaran inilah yang kerap dikeluhkan pengguna jalan. Namun, jerami kini dimanfaatkan dalam FJ 2018.

"Selama ini kita melihat jerami hasil panen dibiarkan menggunung atau dibakar, paling-paling juga untuk makanan ternak. Namun melalui FJ, kita sulap menjadi karya seni yang bisa dinikmati masyarakat," ujar Taufik.

Sebanyak tujuh dusun di Desa Banjarejo ini, menjadi peserta dalam festival jerami tersebut. Beberapa lainnya merupakan peserta dari luar Desa Banjarejo dan satu peserta dari luar Kabupaten Grobogan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
BKSDA: Gunung Anak Krakatau...
Ekonomi
bank bjb Catat Pertumbuhan ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

29 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.