Waspada! Data Pribadi Jenis Ini yang Paling Banyak Diincar Penipu
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 22:38 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Di balik kemudahan transaksi digital, modus penipuan yang mengatasnamakan pihak resmi terus berkembang untuk mencuri data pribadi korban demi keuntungan pelaku.
Untuk membuat calon korban semakin percaya, oknum penipu biasanya menyamar menjadi tim Customer Service pihak resmi dari berbagai layanan seperti e-commerce, jasa kirim, bank, bahkan institusi pemerintah.
Mereka secara sengaja mencoba mengelabui korban dengan menakut-nakuti, membuat korban panik, dan bahkan memberikan korban tawaran yang menggiurkan.
Di saat korban mulai lengah, oknum penipu ini pun kemudian mulai melancarkan aksinya. Seperti misalnya mengarahkan korban untuk mengklik tautan mencurigakan yang berujung pada pencurian akun dan data pribadi, meminta korban mentransfer sejumlah uang, meminta korban membuka akun pinjaman, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan menjaga kerahasiaan data pribadi kita. Apa saja data pribadi yang paling sering diincar oknum penipu dan harus kita jaga?
Sebaiknya Anda baca juga:
Nama Lengkap dan Nomor Telepon
Data pertama adalah nama lengkap dan nomor telepon. Walaupun terlihat sepele dan bukan data sensitif, nama dan nomor telepon kerap menjadi pintu masuk oknum penipu untuk menghubungi calon korban.
Hanya dengan informasi tersebut, penipu dapat menyamar sebagai pihak resmi untuk memperoleh data sensitif lainnya. Selalu waspada dengan panggilan maupun pesan dari nomor tidak dikenal yang meminta kamu membagikan data pribadi atau informasi akun tertentu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Password dan Kode OTP
Password dan kode OTP adalah data pribadi yang juga sering menjadi incaran penipu. Kedua informasi ini paling penting untuk menjaga keamanan akun-mu. Jika kedua informasi ini jatuh ke tangan penipu, mereka bisa dengan mudah mengambil alih akun-mu dan menyalahgunakannya untuk kepentingan mereka.
Saat ini, para penipu pun sudah semakin kreatif dalam mencuri password dan kode OTP akun calon korbannya. Salah satu cara yang sedang marak adalah mengajak korban mengikuti online meeting dan meminta mereka membagikan tampilan layar (share screen) mereka.
Di saat korban sedang share screen, korban akan diminta untuk membuka aplikasi banking atau aplikasi tertentu dan memasukkan password, PIN atau kode OTP akun. Oleh karena itu, pastikan untuk tidak sembarangan membagikan informasi password maupun kode OTP bahkan ke orang yang mengaku sebagai pihak resmi.
Data Keuangan
Data keuangan seperti nomor rekening, nomor kartu debit/kredit, maupun informasi pembayaran lainnya juga merupakan data pribadi yang wajib dijaga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!