APBN Makin Terbebani Pembayaran Bunga Utang
📅 Kamis, 01 Nov 2018, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis"Bahkan, pembayaran bunga utang Indonesia terus meningkat dan sejak 2016 sudah lebih tinggi ketimbang belanja modal," ujar Faisal. Menurut dia, pembayaran bunga utang pada 2015 mencapai 8,6 persen dari belanja negara.
Angka tersebut lebih tinggi dari AS yang sekitar 6 persen. Pada 2016, alokasi bunga utang terhadap belanja naik menjadi 9,8 persen, dan pada 2017 bertambah lagi menjadi 10,8 persen. Beban bunga pada 2017 lebih tinggi dari alokasi belanja modal yang sebesar 10,3 persen dari belanja negara.
Pengesahan Anggaran
Sementara itu, DPR telah mengesahkan RUU APBN 2019 menjadi UU. Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan utang pemerintah masih terkendali pada tahun depan.
Pembiayaan utang 2019 mencapai 359,3 triliun rupiah, lebih kecil dari proyeksi tahun ini yang sebesar 387,3 triliun rupiah. Selain itu, defisit keseimbangan primer tahun depan juga ditargetkan lebih rendah dari 2018, yakni sebesar 20,1 triliun rupiah.
Sedangkan defisit anggaran 2019 ditargetkan berkurang menjadi 1,84 persen terhadap PDB. "Kesehatan dan kemandirian APBN 2019 dicerminkan dengan keseimbangan primer yang semakin kecil menuju nol, serta defisit dan pembiayaan utang yang menurun, sehingga rasio utang terkendali dalam batas aman," ujar Menkeu, Rabu.
Total utang pemerintah sampai September 2018 mencapai 4.416,37 triliun rupiah atau naik 549,92 triliun rupiah dari 3.866,45 triliun rupiah di September 2017. Utang tersebut terdiri atas pinjaman sebesar 823,11 triliun rupiah dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 3.593,26 triliun rupiah. ahm/WP
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!