Roti, Kuliner Tertua yang Lezatnya Abadi
📅 Senin, 08 Okt 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisAda beberapa sumber teknik pengembangan roti pada awalnya. Ragi yang ada di udara bisa didapat dengan membiarkan adonan yang belum matang terekspos udara beberapa waktu sebelum dimasak.
Pliny the Elder melaporkan bahwa Bangsa Galia dan Iberia menggunakan bir yang sudah diskim yang disebut barm untuk membuat roti yang lebih ringan dari yang biasa dibuat orang. Di daerah kuno yang lebih mengenal minuman anggur daripada bir, menggunakan pasta dari jus anggur dan tepung untuk memulai fermentasi, atau biji gandum yang direndam dalam anggur sebagai sumber ragi. Sumber paling utama dari pengembangan roti saat itu adalah teknik roti asam.
Pada tahun 1961 proses roti Chorleywood dikembangkan, yang menggunakan penggunaan mesin untuk mengurangi masa fermentasi dan waktu pembuatan adonan. Proses ini, yang memungkinkan penggunaan biji-bijian berprotein lebih rendah, kini banyak digunakan di berbagai pabrik roti dunia. Sebagai hasilnya, roti bisa dibuat lebih cepat dengan biaya lebih rendah bagi produsen maupun konsumen. Hanya saja, banyak kritik berdatangan atas efeknya terhadap nutrisi roti
Kualitas adonan
Membuat roti tidak sesulit yang dibayangkan. Tapi bukan berarti asal-asalan. Bagaimana menghasilkan roti yang lezat, yakni roti yang lembut dengan aroma yang khas dan tentu saja rasa yang nikmat harus memperhatikan sejumlah hal.
Tessa Andriani dari Breadtalk Indonesia mengatakan kualitas roti akan bergantung pada banyak faktor. Yang paling utama adalah kesegaran roti itu sendiri. "Di Breadtalk, roti kami selalu segar setiap hari karena kami siapkan langsung di tokonya," kata Tessa awal pekan lalu saat acara " BreadTalk Festival".
Masih menurut Tessa, untuk menghasilkan roti dengan kualitas terbaik sangat penting untuk mengetahui kualitas dari bahan-bahan yang digunakan. Mulai dari pemilihan tepung terigu hingga bahan-bahan tambahan lain. Termasuk juga teknik dalam adonan dan teknik pemanggangan. "Kami perhatikan itu semua dan itu yang menjadi salah satu keunggulan kami," tambah Tessa.
Untuk terigu, ada baiknya menggunakan tepung terigu protein tinggi yang akan membuat roti mengembang dan memiliki tekstur yang lembut. Sementara untuk ragi, pastikan ragi tidak tercampur dengan garam karena akan bersifat osmosis dan berdampak pada kualitas ragi dalam mengembangkan adonan.
Sementara untuk pemanggangan roti, sebaiknya proses pemanggangan dilakukan sampai roti berwarna golden brown yang mencirikan roti matang sempurna sehingga aroma roti benar-benar akan keluar. nik/berbagai sumber/E-6
Nikmatnya Churros
Bagi yang pernah mencoba Churros, tentu mengira kue kering berbentuk panjang ini adalah jajanan khas Meksiko. Namun sebenarnya cemilan unik ini awalnya berasal dari Spanyol. Churros akrab di lidah orang Meksiko karena negara itu sempat berada di bawah jajahan bangsa Spanyol selama lebih dari dua abad. Di negara asalnya, Churros bahkan biasa digunakan sebagai menu makan siang.
Layaknya roti sandwich, Churros berukuran besar bagian tengahnya dibelah lalu diisi dengan ayam, daging, telur, buah, serta sayuran. Orang Spanyol juga menyantap makanan ringan ini saat minum kopi pada sore atau malam hari.
Churros sepintas mirip dengan sus kering berbentuk panjang. Namun churros memiliki perbedaan dengan kue sus kering. Apabila sus dimasak dengan cara dipanggang, maka Churros dimasak dengan cara digoreng. Namun bahan baku utama churros mirip dengan adonan kulit sus, yakni tepung terigu.

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!