Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Tak Akan Menyetop BPJS Kesehatan

📅 Sabtu, 11 Agu 2018, 06:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Tak Akan Menyetop BPJS Kesehatan Doc: istimewa

JAKARTA - Masyarakat diharapkan untuk tidak diliputi kekhawatiran terkait kepastian keberlangsungan kebijakan asuransi kesehatan, termasuk BPJS Kesehatan.

Pemerintah tidak akan menyetop BPJS Kesehatan karena kebijakan tersebut dirasa sangat penting bagi masyarakat. "BPJS terus tetap akan ada, nggak akan pernah berhenti selama pemerintah tidak pernah menyetop soal kesehatan.

Ibu jangan khawatir," kata Anggota Komisi III DPR, Sahroni menjawab kekhawatiran warga saat kunjungan kerja di Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (10/8).

Sahroni mengakui hingga kini masih ada keluhan yang didengarnya terkait pelayanan rumah sakit terhadap pasien menggunakan BPJS Kesehatan.

Untuk itu, politisi Nasdem ini meminta pembenahan lebih baik oleh BPJS, khususnya pelayanan di rumah sakit.

"Tapi banyak memang yang kekurangan (BPJS) yang luar biasa di tiap-tiap daerah. Saya nggak tahu apakah di Jati Pulo dan sekitarnya BPJS sudah sesuai atau belum.

Untuk di Jakarta Utara luar biasa banyak sekali kekurangan atau hambatan yang dalam prosesnya menerima pasien BPJS," bebernya.

Masalah kesehatan, menurut Sahroni, sangat vital, khususnya bagi mereka yang memiliki profesi berisiko tinggi, seperti pengemudi atau ojek beraplikasi online.

Mereka yang menggantungkan hidupnya dengan mencari penumpang melalui aplikasi tersebut harus memiliki BPJS Kesehatan ataupun asuransi kesehatan. Profesi ojek online sangat rentan terhadap kecelakaan di jalan raya ataupun kejahatan.

"Berpikir ini (BPJS Kesehatan/ asuransi kesehatan) akhirannya kok mahal, tapi itu penting. Jangan mengandalkan motor.

Kalau motornya rusak bisa dibenerin, tapi kalau orangnya bagaiamana," imbuh Sahroni kepada Eko, pengojek online warga RT 04/04, Jati Pulo yang beberapa hari lalu mengalami kecelakaan hingga patah tulang tangan kanan di kawasan Penjaringan Jakarta Utara.

Selain di Jati Pulo, Sahroni juga melakukan kunjungan kerja di Lapangan Kopajaya, Bojong, Rawa Buaya Jakarta Barat. Sama seperti di Jati Pulo, sekitar seribu warga yang hadir dalam kunjungan kerja tersebut.

Isu SARA

Dalam kesempatan tersebut secara khusus Sahroni mengingatkan masyarakat untuk tak terbawa isu SARA pada pesta demokrasi pemilu serentak di tahun 2019 mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Polisi Vietnam Sita 500 Kucing Curian yang akan Diambil Dagingnya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Polisi Vietnam Sita 500 Kuc...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.