Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Piala Dunia Lebih dari Sekadar Uang

📅 Kamis, 19 Jul 2018, 01:00 WIB | Oleh:
Piala Dunia Lebih dari Sekadar Uang Doc: AFP/Alexander NEMENOV

Piala Dunia telah memungkinkan negara-negara seperti Islandia, Panama, Kosta Rika, dan Uruguay untuk menjadi pusat perhatian.

MOSKOW - Gelaran Piala Dunia Russia 2018 telah menunjukkan bahwa kompetisi antar negara bisa lebih menarik dibanding level klub. Setidaknya itulah yang dirasakan di negara-negara yang memiliki tim nasional mereka berkompetisi di sana.

Ketika lagu kebangsaan terdengar sebelum pertandingan Panama melawan Belgia, presenter televisi asal negara Amerika Tengah itu, David Samudio Garay mengepalkan tinjunya dan memeluk rekannya Miguel Remon yang terlihat sangat emosional.

Sementara di Islandia, 99,6 persen dari semua pemirsa televisi menyaksikan pertandingan tim nasional mereka melawan Argentina. Itulah arti bagi sebuah negara ketika timnas mereka bermain di Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Untuk sebagian klub di liga-liga besar Eropa yang melakoni kompetisi selama semusim, pertandingan yang melibatkan tim nasional besar dipandang sebagai gangguan yang tidak diinginkan.

Permainan sepakbola terbaik, secara umum dianggap bisa dilihat di Liga Champions. Bahkan mantan pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson pernah mengatakan bahwa dia menganggap menonton Piala Dunia hanya lebih baik dari pergi ke dokter gigi.

Tapi gelaran satu bulan di Russia telah menunjukkan bahwa Piala Dunia masih memiliki daya tarik yang unik dan kemampuan untuk membuktikan pertandingan level tim nasional sangat kompetitif.

Piala Dunia Russia 2018 juga menunjukkan persaingan yang lebih adil dibanding klub. Sejauh ini di liga-liga besar Eropa dominasi hanya milik beberapa klub dengan kekuatan keuangan yang besar. Beberapa klub raksasa yang sama mendominasi kompetisi utama setiap tahun. Domnasi itu kemudian tergantung pada kemampuan klub membeli pemain yang kemudian sangat membebani mereka.

Di sisi lain, Piala Dunia telah memungkinkan negara-negara seperti Islandia, Panama, Kosta Rika, dan Uruguay untuk menjadi pusat perhatian. Mereka memiliki kesempatan bertanding bahkan mengalahkan negara-negara besar pada level yang sama.

Tim jelas harus memilih para pemain yang berasal dari negara mereka. Tidak ada bursa transfer untuk memperkuat tim nasional. Naturalisasi juga diatur dengan ketat untuk memastikan negara-negara kaya tidak bisa membeli pemain top sebagai jalan pintas. Negara bahkan dilarang menawarkan uang kepada pemain tertentu.

"Uang adalah hal yang biasa di liga sepakbola. Tapi tidak di di Piala Dunia," ujar mantan pelatih Skotlandia Andy Roxburgh yang menjadi anggota kelompok studi teknis FIFA.

Aturan itu telah membuat Kroasia yang menjadi pemasok pemain-pemain handal untuk liga-liga besar Eropa mampu melaju ke partai final di Russia 2018.

Peristiwa Langka

Hal lain yang unik dari laga di Piala Dunia adalah peristiwa yang jarang ditemukan di kompetisi antar klub. Brasil dan Inggris keduanya membutuhkan gol kemenangan pada injury time untuk mengalahkan Kosta Rika dan Tunisia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

19 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
IMF Khawatirkan Fragmentasi...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Megapolitan
Aparat Perketat Gerakan Pel...
Luar Negeri
Menlu RI Ungkap Reformasi P...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.