Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF Khawatirkan Fragmentasi Geoekonomi dan Geopoltik

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh:
IMF Khawatirkan Fragmentasi Geoekonomi dan Geopoltik Doc: Kent Nishimura/AFP
Ket. Wakil Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF, Thomas Helbling.

Bangkok - Dana Moneter Internasional (IMF) tetap mengkhawatirkan meningkatnya risiko fragmentasi geoekonomi dan ketegangan geopolitik yang dapat menghambat perdagangan, meningkatkan inefisiensi, serta menekan pertumbuhan ekonomi global dan regional.

Dikutip dari Antara, Wakil Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Thomas Helbling mengatakan, penyelesaian perbedaan mendasar di balik sengketa perdagangan penting dilakukan untuk menjaga sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan berbasis aturan.

"IMF menyambut baik upaya proaktif Tiongkok untuk mempertahankan sistem perdagangan multilateral dan berbasis aturan," kata Helbling dalam wawancara di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group 2026 di Bangkok, Minggu (18/10).

"Pada akhirnya, penting bagi negara-negara untuk menyelesaikan ketegangan dan perbedaan mendasar di balik sengketa perdagangan. Bagi perekonomian besar seperti Tiongkok, penting bagi negara itu untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menyelesaikan beberapa perbedaan ini," ujarnya.

Helbling menegaskan, IMF telah lama mendorong negara-negara untuk menyelesaikan persoalan mendasar yang memicu ketegangan perdagangan serta mempertahankan sistem perdagangan yang idealnya bersifat multilateral dan terbuka.

Menurut dia, fragmentasi geoekonomi yang semakin dalam berisiko memicu gesekan perdagangan lebih besar dan meningkatkan inefisiensi dalam perekonomian global maupun regional. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menghambat perdagangan dan menekan pertumbuhan ekonomi.

Di tengah tantangan itu, Helbling menilai perusahaan-perusahaan Tiongkok dapat berperan penting dalam menyebarkan manfaat teknologi baru ke negara lain melalui investasi luar negeri, termasuk investasi asing langsung di sektor digital dan energi hijau.

Kawasan Asia

Lebih lanjut, Helbling juga menyoroti ketahanan ekonomi Tiongkok dan kawasan Asia secara keseluruhan dalam menghadapi guncangan energi. Menurut dia, dampak guncangan tersebut sejauh ini lebih terkendali dibandingkan perkiraan sebelumnya pada tahun ini.

"Dalam kasus Tiongkok, pemerintah telah meredam dampak pada harga pengguna akhir dan memobilisasi sumber energi lain untuk mengimbangi sebagian guncangan negatif pada pasokan bahan bakar fosil," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

PSG Incar Celah Pertahanan Barcelona

54 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.