Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Meluruskan Kesalahkaprahan Berbahasa Indonesia

📅 Jumat, 13 Jul 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Meluruskan Kesalahkaprahan Berbahasa Indonesia

Judul : Xenoglosofilia

Penulis : Ivan Lanin

Penerbit : Kompas

Cetakan : I, 2018

Tebal : xviii + 214 halaman

ISBN : 978-602-412-412-0

Ivan Lanin memang bukan lulusan jurusan Bahasa Indonesia, khususnya linguistik. Latar pendidikannya S-1 Teknik Kimia ITB dan S-2 Teknologi Informasi UI. Namun, ketertarikannya dalam mempelajari bahasa Indonesia mungkin melebihi orang yang lebih dulu menggelutinya.

Sejak Februari 2006, Ivan Lanin giat mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui jejaring sosial seperti blog, Twitter, dan Facebook. Ia juga memprakarsai beberapa situs web sumber daya kebahasaan. Bahkan, dia juga pernah menjadi anggota tim peninjau untuk Google bahasa Indonesia.

Banyak tulisan yang dibukukan ini bersumber dari blog-nya. Tak heran, gaya penulisannya lebih bebas seperti bertutur. Ada 39 tulisan yang masuk dalam bagian Xenoglosofilia. Melalui tulisan-tulisan itu, Ivan Lanin membahas, mempertanyakan, dan mengusulkan padanan kata dalam bahasa Indonesia. Memang, tak semuanya baru. Misalnya, surel (surat elektronik) untuk e-mail (hlm 41) dan gawai untuk gadget (hlm 111).

Patut dicatat, beberapa usulan bahkan belum masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V Xenoglosofilia (hlm 31) yang digunakan sebagai tajuk buku. Misalnya. pekamus baru mengentri xenoglosia dan xenoglosofobia dalam KBBI V. Bahasan buku di bagian ini memang lebih banyak berkaitan dengan teknologi informasi sesuai dengan bidang keilmuannya.

Di bagian kedua, Tanja, ada 40 tulisan pendek yang dikemas dalam bentuk tanya-jawab. Sebagian besar tulisan bicara kata atau struktur bahasa Indonesia baku. Misalnya, "Apa perbedaan pemakaian di dan pada?" (hlm 127) serta "Apa perbedaan antara sekali, sekali-sekali, sesekali, dan sekali-kali?" (hlm 133). Banyak penutur bahasa Indonesia masih salah dalam penggunaannya.

Sesuai dengan judul subbabnya, bagian ketiga buku khusus membahas ragam baku bahasa Indonesia. Pernah ada meme yang memuat pertanyaan, "Jika naik berarti ke atas dan masuk berarti ke dalam, keluar berarti apa?"

Tiap tulisan dalam berdiri sendiri. Tak saling berkait. Dengan demikian, pembaca dapat memulai dan mengakhiri dari mana pun. Itu juga satu kelebihan tersendiri. Cocok dibaca di sela-sela kesibukan.

Buku ini relevan dengan kondisi sekarang. Sebagian orang Indonesia lebih senang menggunakan bahasa asing, khususnya Inggris, daripada bahasa Indonesia. Orang Indonesia cenderung kurang gaya kalau tak menggunakan atau menyelipkan bahasa Inggris dalam cakapan atau tulisannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.