Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Petani Pangan Masih Nombok

📅 Selasa, 03 Okt 2017, 00:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Demikian juga di tingkat penggilingan, baik GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah seluruhnya mengalami kenaikan masing-masing sebesar 2,64 persen, 3,58 persen, dan 4,4 persen.

"Kalau digabung, selama September ini GKP naik 3,22 persen. Itu tadi yang menjadi salah satu penyebab kenapa NTP di tanaman pangan naik," ujar Suhariyanto.

Menanggapi hal itu, Direktur Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan UGM, Agus Hadna, mengatakan pernyataan BPS terkait kenaikan NTP dan deflasi pangan itu mesti diterima dengan sikap kritis. Sebab, kenyataan di lapangan petani justru mengaku susah menjual produknya dengan harga bagus karena kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sementara itu, laporan konsumsi masyarakat juga menunjukkan terjadi penurunan. "Secara normatif, publik memang mesti kritis dan BPS mesti terbuka bagaimana metodenya, samplingnya, sehingga mendapat data kenaikan NTP petani. Apakah ekonomi secara umum deflasi sehingga mempengaruhi NTP, atau bagaimana?" kata dia. YK/SB/ahm/WP

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Wisata Gastronomi Ajak Wisa...
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor: Perl...
Daerah
Jaringan Sabu Karawang-Beka...
Ekonomi
Harga Telur Ayam Rp30.100/K...
Olahraga
Piala Dunia: Brasil Ditahan...
Olahraga
Turnamen Bulu Tangkis Khusu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.