Adu Domba, Budaya Khas dari Kabupaten Garut
📅 Jumat, 04 Agu 2017, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSaat dua kepala beradu, suara tanduk akan terdengar cukup keras. Badan kedua domba terlihat seperti terbang. Kaki bagian belakang akan terangkat saat kedua kepala saling berbenturan. Domba yang masih kuat berdiri akan dinyatakan sebagai pemenangnya. Tetapi terkadang domba dinyatakan kalah jika lari menghindar atau dikejar domba lainnya.
Menjadi juara dalam adu domba akan menaikan pamor sang domba dan peternaknya. Bahkan nilai jual kambing aduan ini bisa mencapai puluhan juta rupiah per ekornya. Selain sebagai wahana wisata, laga domba Garut sebagai upaya mencari bibit domba yang memiliki nilai jual tinggi. tgh/R-1
Dokar Unyil
Domba Garut memang diakui memiliki fisik kuat. Kekuatan fisik ini kemudian dimanfaatkan secara kreatif oleh warga Garut untuk meraup rupiah. Salah satunya dengan membuat dokar unyil.
Dikatakan dokar unyil karena dokar ini jauh lebih kecil dari dokar atau delman yang ditarik kuda. Dokar ini hanya dapat dinaiki dua orang anak-anak. Yang menarik dokar ini adalah domba.
Domba yang menarik dokar unyil ini pun dihias sedemikian rupa sehingga terlihat cantik dan menarik. Karena konsumennya adlaah anak-anak, pemilik dokar unyil tidak melepaskan begitu saja saat domba menarik dokar tersebut.
Pemilik akan terus mendampingi dengan berjalan di samping dokar atau menuntun sang domba untuk berjalan mengitari lapangan atau alun-alun. Dokar domba ini mudah ditemukan di kawasan alun-alun Kota Garut. Cukup dengan lima ribu rupiah, maka tamasya unik bagi anak-anak dapat dinikmati. Murah meriah.
Dan jangan lupa kalau berkunjung ke Garut untuk membeli jaket kulitnya, atau memburu kuliner dodol dan kerupuk dorokdok (kerupuk kulit). Dua kuliner khas ini gampang ditemui di sepanjang jalan kota Garut. Di beberapa sentra oleh-oleh juga dapat dijumpai boneka domba. tgh/R-1
Pesta Patok

Kontes adu domba ini selalu menjadi bagian dari pesta ternak atau yang dikenal di wilayah Jabar dengan sebutan pesta patok. Pasalnya, banyak patok atau kayu bambu yang ditanam, untuk mengikat hewan atau ternak yang hendak dipamerkan.
Pesta patok ini rutin dilakukan di wilayah Jabar, dan dilakukan berpindah-pindah. Misalnya akhir pekan lalu pesta patok ini dilakukan di Kabupaten Garut. Wagub Jabar Deddy Mizwar ikut hadir dalam pesta patok yang dikolaborasikan dengan Kontes Ternak dan Panen Pedet. Lokasinya di Lapangan Golf Flamboyan, Desa Ngamplang Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.
Kegiatan kontes ternak yang diikuti 500 peternak, organisasi profesi, lembaga penelitian, swasta dan perguruan tinggi ini, merupakan agenda rutin Pemprov Jabar dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Jabar ke-71 yang jatuh pada 19 Agustus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!