Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Yogyakarta Uji Model Zonasi Spesifik Wilayah: Solusi Baru Atasi Kesenjangan Akses Sekolah?

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 21:45 WIB | Oleh:
Yogyakarta Uji Model Zonasi Spesifik Wilayah: Solusi Baru Atasi Kesenjangan Akses Sekolah? Doc: Dok. Pemkot Yogya
Ket. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori memberikan keterangan saat jumpa pers terkait SPMB jalur SMP.

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan kebijakan baru dalam sistem penerimaan siswa SMP negeri dengan membuka jalur khusus bagi satu kemantren (setingkat kecamatan), yakni Umbulharjo. Langkah ini ditempuh sebagai upaya menjawab ketimpangan akses pendidikan yang kerap menjadi persoalan di era zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menyatakan bahwa kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap aspirasi warga Umbulharjo, wilayah dengan cakupan luas namun hanya memiliki satu sekolah negeri, yakni SMPN 10 Yogyakarta.

“Umbulharjo mencakup hampir sepertiga luas kota tapi hanya punya satu SMP negeri. Maka kami buka jalur seleksi domisili daerah tahap khusus, agar warga tidak kalah bersaing hanya karena jarak,” ujar Budi, Selasa (17/6).

Dalam kebijakan ini, 20 persen awal dari total kuota jalur domisili daerah di SMPN 10 disediakan khusus bagi warga Umbulharjo, terpisah dari kuota untuk wilayah lain di kota. Model seleksi mempertimbangkan nilai rapor dan hasil asesmen standar daerah.

Langkah ini dinilai sebagai eksperimen kebijakan afirmatif yang berbasis spasial, sekaligus kritik terhadap sistem zonasi yang diberlakukan secara seragam nasional namun belum memperhitungkan distribusi sekolah negeri yang timpang di banyak daerah.

“Ini bukan relaksasi zonasi, tapi penyempurnaan agar prinsip keadilan tetap berjalan,” ujar Mannarima, Kepala Bidang Data dan Sistem Disdikpora Yogyakarta.

Di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, sistem zonasi sering menimbulkan kecemasan di masyarakat karena dianggap menutup akses bagi siswa berprestasi yang tinggal di luar radius tertentu. Model Yogyakarta ini membuka kemungkinan bagi daerah lain untuk mengadopsi zonasi yang lebih fleksibel namun tetap menjunjung pemerataan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

43 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.