Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada, Virus Nipah Mematikan Menyebar di India, 675 Orang dalam Pengawasan

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 18:26 WIB | Oleh:
Waspada, Virus Nipah Mematikan Menyebar di India, 675 Orang dalam Pengawasan Doc: Istimewa
Ket. Petugas kesehatan mengumpulkan sampel darah kambing untuk diuji setelah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun meninggal akibat virus Nipah di Kozhikode, negara bagian Kerala, India, pada Selasa, 7 September 2021.

NEW DELHI - Pada tanggal 12 Juli, infeksi virus Nipah yang mematikan baru dikonfirmasi pada seorang pria berusia 52 tahun di distrik Palakkad, negara bagian Kerala, India, menandai kejadian kesepuluh penularan virus Nipah (penularan patogen dari hewan ke manusia) di negara bagian India selatan itu sejak 2018.

Dari Al Jazeera, tahun ini saja, Kerala telah melaporkan empat kasus Nipah, termasuk dua kematian, semuanya dalam radius 50 km (30 mil), di perbatasan distrik Malappuram dan Palakkad.

Negara bagian ini tetap waspada, dengan 675 orang dalam pengawasan di lima distrik.

Inilah yang diketahui tentang virus Nipah, gejalanya dan bagaimana pihak berwenang mengatasinya.

Apa itu virus Nipah?

Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis yang sangat patogen (virus yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia) yang menyebabkan kematian pada 40 hingga 75 persen kasus infeksi pada manusia. Bersamaan dengan virus Hendra, yang ditemukan di Australia, NiV adalah salah satu virus paling terkenal dari genus henipavirus dari famili paramyxovirus, yang bertanggung jawab atas berbagai penyakit neurologis – seringkali pernapasan – pada manusia dan hewan.

Kelelawar buah dari famili Pteropodidae, yang banyak ditemukan di seluruh Oseania, Asia Selatan dan Tenggara, serta Afrika sub-Sahara, merupakan reservoir alami virus tersebut, artinya virus tersebut secara alami hidup dan berkembang biak pada mamalia ini tanpa membahayakan mereka.

Penularan virus ke manusia dapat terjadi secara langsung atau melalui inang perantara seperti babi atau kuda, yang bersentuhan dengan manusia.

Apa saja gejala virus Nipah?

Menurut WHO, infeksi NiV pada manusia berkisar dari infeksi tanpa gejala hingga infeksi saluran pernapasan akut, kejang, dan ensefalitis fatal (radang otak).

Presentasi klinis infeksi virus Nifas bersifat neurologis, memengaruhi sistem saraf pusat dan mengakibatkan sindrom ensefalitis akut (AES), yang ditandai dengan kejang, kebingungan, dan kehilangan kesadaran. Ketika penyakit ini berkembang, dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan dapat menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) yang mengancam jiwa.

Masa inkubasi virus ini diperkirakan empat hingga 14 hari.

Di mana saja wabah virus Nipah terjadi sebelumnya?

Infeksi virus NiV pertama pada manusia tercatat pada tahun 1998, ketika peternak dan tukang daging babi dari Malaysia dan Singapura tertular virus dari babi yang terinfeksi. Wabah ini memengaruhi lebih dari 250 orang dan menyebabkan lebih dari 100 kematian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.