Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Tiongkok Timbun Garam setelah Air PLTN Jepang Dibuang ke Laut

📅 Sabtu, 26 Agu 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Warga Tiongkok Timbun Garam setelah Air PLTN Jepang Dibuang ke Laut Doc: FOTO: AFP
Ket. Warga Tiongkok memadati toko untuk membeli garam di Lanzhou, Provinsi Gansu, Tiongkok. Beberapa merek garam terjual habis di situs pesan-antar makanan online di Fujian.

BEIJING - Pengecer online di beberapa bagian Tiongkok, pada Kamis (24/8), kehabisan garam setelah Jepang mulai membuang air limbah radioaktif yang telah diolah dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima yang lumpuh sehingga memicu panic buying di kalangan konsumen.

Dikutip dari The Straits Times, Tiongkok, salah satu importir makanan laut terbesar di dunia, melarang semua pasokan produk akuatik dari Jepang sebagai tanggapan atas pembuangan tersebut, dengan alasan risiko kontaminasi radioaktif dan memicu ketakutan konsumen.

Beberapa merek garam terjual habis di situs pengiriman makanan online di provinsi pesisir Fujian, serta di beberapa bagian Beijing dan Ibu Kota komersial Shanghai.

"Sebenarnya tidak perlu menimbun garam, tapi ketika saya melihat banyak orang melakukan pembelian panik pagi ini, saya diam-diam memesan 10 paket," tulis salah satu pengguna di platform Weibo. "Saya membeli garam danau dan garam dari tambang garam. Saya sekarang menghindari garam laut".

Kekurangan Garam

Gambar-gambar di media sosial menunjukkan rak-rak di salah satu supermarket di Beijing telah kekurangan garam, sementara media mengatakan saham di beberapa perusahaan pemurnian air asin di Tiongkok melonjak hingga sepersepuluh.

Kelompok industri dan pihak berwenang di provinsi pesisir Fujian dan Guangdong berusaha meyakinkan konsumen.

Para pejabat di Kota Fuzhou, Fujian berjanji di media sosial untuk memastikan stabilitas rantai pasokan dan stok garam kuliner yang cukup, dan mendesak masyarakat untuk membeli garam secara rasional sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kelompok Industri Garam Guangdong milik negara mengatakan kepada media bahwa pemerintah provinsi memiliki cadangan garam yang cukup, dan pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa garam laut yang diproduksi secara lokal aman.

"Tiongkok memiliki peraturan keamanan pangan yang ketat, dengan produksi garam dalam negeri yang cukup untuk memenuhi permintaan, sehingga pelanggan tidak boleh menimbun bumbu tersebut," kata direktur Asosiasi Industri Garam Tiongkok kepada media.

Data Bea Cukai menunjukkan Jepang menyumbang kurang dari 4 persen impor makanan laut Tiongkok, meskipun Jepang menyediakan seluruh impor tuna sirip biru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.