Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wapres Perintahkan Alternatif Penyaluran Bantuan ke Kabupaten Puncak

📅 Rabu, 02 Agu 2023, 16:36 WIB | Oleh:
Wapres Perintahkan Alternatif Penyaluran Bantuan ke Kabupaten Puncak Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memimpin rapat koordinasi penanganan kasus kekeringan dan kelaparan di provinsi Papua Tengah yang dihadiri Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mafud MD, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Wakapolri Komjen Pol. Agus Adrianto, Sekretaris Utama BNPB Rustian, serta Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto di kediaman resmi wapres, Jakarta, Rabu (2/8).

JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Pemerintah sedang mencari cara alternatif untuk mengatasi masalah cuaca buruk dalam penyaluran bantuan ke Kabupaten Puncak, Papua Tengah, hingga mengakibatkan gagal panen dan membuat warga kesulitan mendapat bahan pangan.

"Hanya memang distribusi ke tempat-tempat yang ini memang menjadi kendala yang sedang dicari solusinya; selain (dengan) dipanggul ini, apa lagi solusinya," kata Ma'ruf Amin di kediaman resmi wapres di Jakarta, Rabu.

Ma'rufAmin menyampaikan hal tersebut usai memimpin rapat koordinasi penanganan kasus kekeringan dan kelaparan di Provinsi Papua Tengah.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Ma'ruf Amin selaku Ketua Badan Pengarah Papua serta dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Wakapolri Komjen Pol. Agus Adrianto, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian, dan Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto.

"Pertemuan hari ini untuk mengevaluasi keadaan di Papua Tengah, di daerah Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi. Seperti diketahui, bahwa sudah terjadi kekeringan di sana dan cuaca ekstrem; dan yang meninggal itu bukan karena kelaparan, tetapi karena diare dan karena cuaca," kata Ma'rufAmin.

Kekeringan terjadi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, hingga menyebabkan warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih dan enam warga meninggal dunia. Keenam korban yang diduga meninggal karena diare dan dehidrasi tersebut meliputi lima orang dewasa dan seorang bayi meninggal dunia.

"Mengenai bantuan, pertama, sekarang ada tanggap masa darurat yang ditetapkan satu minggu. Kami sepakat ini akan ditambah. Kami sepakat ditambah menjadi dua minggu. Itu yang pertama nanti kami evaluasi lagi," tambah Ma'ruf.

Sementara itu, pengiriman bantuan ke dua distrik tersebut juga sedang berjalan meski mengalami masalah.

"Pertama, soal kendala cuaca. Ini sebenarnya semua logistik sudah tersedia, tetapi ada masalah cuaca; dan kedua, distribusi dari tempat pengiriman pertama ke daerah-daerah itu tidak ada akses, sehingga harus dipanggul, ya. Jadi, itu persoalan," jelasnya.

Selain masalah penyaluran bantuan, rapat tersebut juga membahas soal penanganan kesehatan masyarakat di dua distrik.

"Untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, pertama, untuk kelompok rentan seperti orang tua dan anak-anak, kami mengantisipasi dari satu daerah yang kami antisipasi; tetapi saya juga minta antisipasi daerah-daerah lain, sehingga apabila terjadi (kejadian serupa), kami sudah siap," katanya.

Ma'ruf Amin pun mengaku Pemerintah menyiapkan aparat, termasuk TNI, untuk bersiap segera mengirimkan bantuan bila cuaca sudah membaik.

"Kami persiapkan saja untuk mengantisipasi apabila cuaca tidak baik, maka memang tidak mungkin ada jalan lain (untuk distribusi). Namun, kami siap sehingga apabila cuaca dalam keadaan baik kita siap untuk pengirimannya," ungkapnya.

Berdasarkan laporan BNPB, Pemerintah Kabupaten Puncak juga mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan, meliputi 4.000 paket makanan siap saji, 4.000 paket makanan anak, 2.000 paket lauk pauk siap saji, 500 lembar tenda gulung, 25 kardus sarden, 32 kardus kornet, 83 kardus sosis, 15 kardus abon sapi, 18 kardus biskuit, 3.000 pakaian seragam sekolah anak, 4.000 pakaian dewasa, 4.000 lembar celana dewasa, serta 4.000 lembar selimut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.