Venezuela Kecam Ancaman Militer AS di Karibia
📅 Senin, 01 Des 2025, 19:07 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/YURI CORTEZ
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan ancaman militer Amerika Serikat (AS) di Karibia dapat mengganggu stabilitas pasar energi global.
Peringatan tersebut disampaikan Maduro dalam suratnya kepada Sekretaris jenderal Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) Haitham Al Ghais.
Dalam suratnya, Maduro mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah melancarkan "kampanye intimidasi dan ancaman" terhadap negara Amerika Latin tersebut sejak Agustus.
Pengerahan lebih dari 14 kapal perang AS dan 15.000 tentara di Laut Karibia menciptakan atmosfer ketegangan yang dapat mengganggu keamanan regional dan berdampak terhadap pasokan energi, katanya.
Maduro mengecam upaya AS untuk merebut cadangan minyak mentah Venezuela, memperingatkan bahwa hal itu menimbulkan risiko langsung terhadap keseimbangan pasar global.
Venezuela akan tetap "teguh" dalam mempertahankan sumber daya energinya dan tidak akan menyerah pada tekanan eksternal, ujarnya, seraya menambahkan bahwa intervensi militer di negara-negara penghasil minyak pada masa lalu telah mengakibatkan ketidakstabilan dan konsekuensi negatif bagi konsumen maupun pengekspor. Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!