UGM Perketat Prosedur Keamanan KKN, Buka Opsi Penarikan Mahasiswa dari Lokasi Manyeuw, Malut
📅 Rabu, 02 Jul 2025, 20:35 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ESP
Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., menyatakan bahwa UGM akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan perlindungan mahasiswa dalam pelaksanaan KKN-PPM, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.
Evaluasi ini dilakukan sebagai respons atas insiden tenggelamnya kapal di Maluku Tenggara yang menewaskan dua mahasiswa. Menurut Andi, meskipun lokasi tersebut telah digunakan dalam periode KKN sebelumnya, perubahan iklim dan cuaca ekstrem menambah tingkat risiko yang perlu diantisipasi lebih serius.
“Panduan, pembekalan, dan peralatan keselamatan memang telah diberikan, namun ke depan akan diperketat, termasuk untuk lokasi-lokasi rawan,” jelasnya dalam jumpa pers, Selasa (2/7).
UGM juga menyiapkan pendampingan intensif bagi mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kecamatan Manyeuw. Tim psikologi kampus dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) diterjunkan untuk memastikan kondisi psikologis mahasiswa dalam keadaan stabil. Selain itu, kampus membuka opsi fleksibel: mahasiswa dapat memilih untuk melanjutkan pengabdian atau ditarik kembali ke Yogyakarta, berdasarkan pertimbangan keamanan, kesiapan mental, dan kenyamanan pribadi maupun tim.
“Kita tidak akan membebani adik-adik mahasiswa. Keselamatan dan kemanusiaan adalah prinsip tertinggi yang kami pegang dalam pelaksanaan tridarma pengabdian,” tegas Andi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Dr. Djarot Heru Santoso, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, menyampaikan bahwa jenazah kedua almarhum telah diberangkatkan dari Langgur melalui jalur udara menuju daerah asal masing-masing. Proses pemulangan didampingi langsung oleh dosen pembimbing dan difasilitasi penuh oleh universitas serta jaringan alumni Kagama di NTB dan Jawa Timur.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, shalat ghaib digelar secara serentak pada Rabu (2/7) siang di tiga titik kampus: Masjid Kampus UGM (Timur), Masjid Maskam MIC UGM (Barat), dan Masjid Al-Ihsan Fakultas Kehutanan.
“Semoga doa dan penghormatan ini menjadi bentuk cinta dan solidaritas seluruh sivitas akademika untuk dua putra terbaik bangsa,” tutup Andi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!