Udang Beku Indonesia Ditemukan Mengandung Radioaktif, Mendag Pastikan Tak Mengganggu Ekspor ke AS
📅 Senin, 08 Sep 2025, 15:58 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
JAKARTA - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso memastikan temuan kandungan radioaktif Cesium-137 pada produk udang beku tidak akan mengganggu kinerja ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat (AS).
"Ya enggak ada masalah, kan ini yang kena kan empat kontainer kan? Yang lainnya kan enggak ada masalah," ujarnya usai menghadiri konferensi pers Road to Harbolnas 2025 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin.
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) melaporkan adanya Cesium-137 dalam udang mentah beku yang diproses PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods).
Produk tersebut dijual di sejumlah toko Walmart di Alabama, Arkansas, Florida, Georgia, Kentucky, Louisiana, Missouri, Mississippi, Ohio, Oklahoma, Pennsylvania, Texas, dan West Virginia.
Atas temuan itu, FDA menghentikan sementara impor produk PT Bahari Makmur Sejati hingga perusahaan tersebut dinilai mampu mengatasi permasalahan kontaminasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menanggapi hal itu, Budi menegaskan pihaknya bersama kementerian terkait akan menindaklanjuti kasus ini sekaligus memperkuat langkah pencegahan.
"Justru kita itu bagaimana bisa mitigasi ke depan (agar) tidak ada kasus itu lagi," katanya.
Ia juga menuturkan saat ini Kementerian Koordinator Bidang Pangan tengah melakukan rapat koordinasi dengan jajaran kementerian terkait guna membahas isu tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sebelumnya menyampaikan telah menemukan material radioaktif berupa scrap metal yang mengandung Cesium-137 di tempat pengumpulan besi bekas di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
"Ditemukan adanya scrap metal yang mengandung radioaktif sudah teridentifikasi dan kami berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan hal tersebut," ujarnya di Serang, Jumat (22/8).
Ia menambahkan, Bapeten bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Polri berkolaborasi memastikan penggunaan nuklir di Indonesia tetap aman bagi masyarakat dan lingkungan.
Sementara itu Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Bapeten Zulkarnain menyebut Cesium-137 merupakan zat radioaktif buatan yang biasa dipakai untuk keperluan industri, seperti alat ukur kepadatan dan aliran.
"Cesium-137 termasuk kategori radiasi pengion yang mampu memberikan dampak biologi pada kesehatan manusia. Dalam jangka panjang, tentu saja ini juga sangat berbahaya," jelasnya.
Menurut ia, material radioaktif tersebut ditemukan di lapak warga yang tidak menyadari bahaya Cesium-137. Warga mengambil barang bekas yang terlihat seperti pasir atau batu untuk kemudian digunakan sebagai pondasi bangunan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!