Trump Tunjuk Tony Blair dan Marco Rubio sebagai Anggota 'Dewan Perdamaian' Gaza
📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 08:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP via ATV
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump, Jumat (16/1) menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan mantan perdana menteri Inggris Tony Blair sebagai anggota pendiri "dewan perdamaian" Gaza.
Trump juga menyebut utusan khususnya Steve Witkoff, menantunya Jared Kushner, dan Presiden Bank Dunia Ajay Banga di antara tujuh anggota "dewan eksekutif pendiri," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Trump sendiri akan memimpin dewan tersebut, kata pernyataan itu. Anggota lainnya akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang.
Blair merupakan pilihan yang kontroversial di Timur Tengah karena perannya dalam invasi Irak tahun 2003, dan Trump sendiri mengatakan tahun lalu ia ingin memastikan Blair adalah "pilihan yang dapat diterima oleh semua orang."
Trump telah mengumumkan pembentukan "dewan perdamaian" pada hari Kamis, sebuah elemen kunci tahap kedua dari rencana yang didukung AS untuk mengakhiri perang di Gaza.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden AS mengatakan itu adalah "Dewan Terbesar dan Paling Bergengsi yang pernah dibentuk kapan pun, di mana pun."
Pembentukan dewan ini terjadi tak lama setelah pengumuman komite teknokrat Palestina beranggotakan 15 orang, yang bertugas mengelola pemerintahan sehari-hari Gaza pasca-perang yang hancur.
Ali Shaath, warga asli Gaza dan mantan wakil menteri Otoritas Palestina, akan memimpin komite baru tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada hari Jumat, Trump juga menunjuk Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers untuk memimpin Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza.
Rencana perdamaian Gaza yang didukung AS pertama kali diberlakukan pada 10 Oktober, yang menyebabkan pembebasan semua sandera yang ditahan oleh Hamas dan mengakhiri pertempuran antara kelompok militan Palestina dan Israel di wilayah yang terkepung tersebut.
Fase kedua rencana tersebut kini sedang berlangsung, meskipun diwarnai oleh tuduhan kekurangan bantuan dan kekerasan.
Sementara itu, Hamas menolak untuk secara terbuka berkomitmen pada perlucutan senjata penuh, sebuah tuntutan yang tidak dapat dinegosiasikan dari Israel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!