Demi Perdamaian, Trump dan Zelensky Bertemu Langsung di Sela-sela Pemakaman Paus Fransiskus
📅 Sabtu, 26 Apr 2025, 19:29 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
VATIKAN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu (26/4), menyempatkan bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menjelang pemakaman Paus Fransiskus.
Dilansir Sky News, Zelenskyy menyebut kesempatan itu bisa menjadi "bersejarah" jika menghasilkan perdamaian dalam perang negaranya dengan Rusia.
"Presiden AS dan Ukraina mengadakan diskusi yang sangat produktif," kata seorang pejabat Gedung Putih.
Gambar-gambar menunjukkan mereka bertemu langsung di dalam Basilika Santo Petrus, duduk berhadapan, dengan jarak sekitar dua kaki, seraya mereka mencondongkan tubuh ke depan untuk berbicara di aula marmer besar.
Dalam sebuah posting di platform media sosial Telegram, Zelensky mengatakan bahwa ia telah melakukan pertemuan yang baik dengan Trump dan dapat menjadi "bersejarah".
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan mereka berbicara mengenai pembelaan rakyat Ukraina, gencatan senjata penuh dan tanpa syarat, serta perdamaian abadi yang akan mencegah terulangnya kembali perang.
Gambar lain yang dirilis oleh kantor presiden Ukraina menunjukkan Sir Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron hadir dalam sebagian pembicaraan, yang digambarkan sebagai "positif" oleh presidensi Prancis.
Juru bicara Zelensky mengatakan pertemuan itu berlangsung sekitar 15 menit dan ia serta Trump sepakat untuk mengadakan diskusi lebih lanjut pada Sabtu malam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun presiden AS meninggalkan Roma menuju Washington dengan Air Force One segera setelah pemakaman Paus Fransiskus tanpa ada pembicaraan lain yang dilakukan.
Kantor presiden Ukraina mengatakan tidak ada pertemuan kedua di Roma karena padatnya jadwal kedua pemimpin.
Ada tepuk tangan dari beberapa pemimpin dunia lainnya yang hadir di Vatikan ketika Zelenskyy keluar dari Basilika Santo Petrus setelah berhenti di depan peti jenazah Paus untuk memberikan penghormatan.
Sir Tony Brenton, mantan duta besar Inggris untuk Rusia, mengatakan acara tersebut menghadirkan peluang diplomatik, termasuk "pertemuan terbesar yang memungkinkan" antara Tn. Trump dan pemimpin Ukraina.
Ia mengatakan kepada Sky News bahwa ini bisa menandai "langkah penting" dalam memulai proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
Pertemuan bilateral itu terjadi setelah negosiator perdamaian Trump, Steve Witkoff, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!