TMII Jadi Panggung Perayaan Budaya Yogyakarta ke-279
📅 Minggu, 25 Mei 2025, 21:13 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. TMII
JAKARTA — Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi saksi perayaan budaya Yogyakarta melalui Gelar Seni Budaya Yogyakarta 2025, Sabtu (24/5), dalam rangka memperingati Hadeging Nagari Ngayogyakarta ke-279. Acara ini digelar oleh Badan Penghubung Daerah DIY bersama Dinas Kebudayaan DIY dan seluruh dinas kebudayaan kabupaten/kota se-DIY, di Anjungan DIY TMII, Jakarta.
Tak sekadar pertunjukan seni, acara ini merupakan pernyataan budaya: bahwa masyarakat Yogyakarta berkomitmen menjaga dan menghidupkan tradisi dalam wujud yang relevan dengan zaman.
“Keistimewaan Yogyakarta bukan terletak pada kebanggaan masa lalu, tetapi pada kemauan merawat tradisi dan memaknainya secara baru dalam konteks kekinian,” ujar Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, saat membacakan sambutan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Pentas Inklusif, Budaya Bertransformasi
Ragam pertunjukan dari lima kabupaten/kota di DIY menyuguhkan kekayaan budaya lokal dengan pendekatan segar:
-
Kota Yogyakarta: Musik kontemporer Java 2.0
-
Kabupaten Gunungkidul: Teater rakyat Sidang Negeri Dhagelan
-
Kabupaten Sleman: Peragaan Busana Sinjang Mataram
-
Kabupaten Bantul: Tari Kerakyatan Tari Montro
Sebaiknya Anda baca juga:
-
Kabupaten Kulon Progo: Upacara adat Joyokusumo
-
Dinas Kebudayaan DIY: Sendratari Reh oleh juara festival sendratari DIY 2024
Perpaduan antara tradisi dan modernitas menjadi benang merah acara. Pertunjukan dirancang tidak sekadar untuk nostalgia, tetapi sebagai medium regenerasi budaya agar bisa terus hidup dan diterima lintas generasi.
Yogyakarta, Ruang Hidup Budaya
Dalam sambutannya, Sri Paduka menekankan bahwa Yogyakarta bukan sekadar wilayah administratif, tetapi ruang hidup budaya yang terus tumbuh dan memberi cahaya bagi peradaban.
“Semangat nguri-uri kabudayan adalah upaya menjaga nyawa kebudayaan agar tetap hidup dalam keseharian,” tegasnya.
Ia pun berharap perayaan ini menjadi momentum membumikan budaya, mengajak publik—termasuk warga Jakarta dan perantau Yogyakarta—untuk terhubung kembali dengan akar kebudayaan dalam bentuk yang bermakna dan kontekstual.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!