Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Terbitkan Aturan Baru, Izinkan Penahanan Orang Asing di LTS

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Terbitkan Aturan Baru, Izinkan Penahanan Orang Asing di LTS Doc: AP
Ket. Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah Laut Tiongkok Selatan.

SHANGHAI - Peraturan baru penjaga pantai Tiongkok mulai berlaku pada hari Sabtu (15/6). Mereka dapat menahan orang asing karena masuk tanpa izin di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan.

Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah Laut Tiongkok Selatan, mengesampingkan klaim-klaim beberapa negara Asia Tenggara termasuk Filipina dan keputusan internasional yang menyatakan bahwa pendiriannya tidak memiliki dasar hukum.

Tiongkok mengerahkan penjaga pantai dan kapal lain untuk berpatroli di perairan tersebut dan telah mengubah beberapa terumbu karang menjadi pulau buatan yang dimiliterisasi. Kapal Tiongkok dan Filipina telah melakukan serangkaian konfrontasi di wilayah yang disengketakan.

Mulai Sabtu, penjaga pantai Tiongkok dapat menahan orang asing yang "dicurigai melanggar manajemen masuk dan keluar perbatasan", menurut peraturan baru yang dipublikasikan secara online.

Penahanan diperbolehkan hingga 60 hari dalam "kasus yang rumit", kata mereka.

"Kapal asing yang secara ilegal memasuki perairan teritorial Tiongkok dan perairan sekitarnya dapat ditahan."

Manila menuduh penjaga pantai Tiongkok melakukan "perilaku biadab dan tidak manusiawi" terhadap kapal-kapal Filipina, dan Presiden Ferdinand Marcos bulan lalu mengatakan bahwa peraturan baru tersebut merupakan eskalasi yang "sangat mengkhawatirkan".

Kapal Penjaga Pantai Tiongkok beberapa kali menggunakan meriam air terhadap kapal Filipina di perairan yang diperebutkan itu.

Ada juga bentrokan yang melukai pasukan Filipina.

Panglima militer Filipina Jenderal Romeo Brawner mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat, pihak berwenang di Manila sedang "membahas sejumlah langkah yang harus dilakukan untuk melindungi nelayan kami".

Nelayan Filipina diminta "untuk tidak takut, tetapi tetap melanjutkan aktivitas normal mereka menangkap ikan di Zona Ekonomi Eksklusif kami", kata Brawner.

Blok Kelompok Tujuh (G7) pada hari Jumat mengkritik serangan "berbahaya" oleh Tiongkok di jalur air tersebut.

"Kami menentang militerisasi Tiongkok, serta aktivitas pemaksaan dan intimidasi di Laut Tiongkok Selatan," bunyi pernyataan G7 di akhir pertemuan puncak pada hari Jumat.

Kritik G7

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.