Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Peringatkan Ketua DPR AS Agar Tak Temui Tsai Ing-wen

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 14:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Peringatkan Ketua DPR AS Agar Tak Temui Tsai Ing-wen Doc: Geopolitical Monitor
Ket. Bendera AS dan Tiongkok.

BEIJING - Tiongkok memperingatkan Ketua DPR AS Kevin McCarthypada Selasa (4/4) untuk tidak "mengulangi kesalahan masa lalu yang menghancurkan" dengan bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Tiongkok mengatakan pertemuan itu tidak akan membantu perdamaian dan stabilitas regional, tetapi hanya menyatukan orang-orang Tiongkok dalam menghadapi musuh bersama.

Ketua DPR AS Kevin McCarthy dari Partai Republik, pemimpin AS paling senior ketiga setelah presiden dan wakil presiden, akan menjadi tuan rumah pertemuan dengan Tsai di California pada hari Rabu (5/4), saat singgah di AS yang telah memicu kemarahan Tiongkok.

Tiongkok, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya, melakukan latihan perang di sekitar pulau Taiwan Agustus lalu setelah Ketua DPR AS saat itu Nancy Pelosi, seorang Demokrat, mengunjungi Taipei.

Tsai akan melakukan "persinggahan" di Los Angeles dalam perjalanan kembali ke Taipei setelah melakukan perjalanan ke Amerika Tengah.AS mengatakan persinggahan seperti itu adalah praktik umum dan Tiongkok tidak perlu bereaksi berlebihan.

Tetapi konsulat Tiongkok di Los Angeles mengatakan "salah" bila mengklaimnya sebagai transit. Tsai terlibat dalam pertukaran pejabat untuk "menampilkan pertunjukan politik".

Tidak peduli dalam kapasitas apa McCarthy bertemu dengan Tsai, isyarat itu akan sangat melukai perasaan rakyat Tiongkok, mengirim sinyal salah yang serius ke pasukan separatis Taiwan, dan mempengaruhi fondasi politik hubungan Tiongkok-AS, kata konsulat Tiongkok dalam sebuah pernyataan.

"Itu tidak kondusif bagi perdamaian, keamanan, atau stabilitas regional, dan bukan untuk kepentingan bersama rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat," kata konsulat.

McCarthy mengabaikan pelajaran dari kesalahan pendahulunya, kunjungan Pelosi ke Taipei, dan bersikeras memainkan "kartu Taiwan".

"Dia pasti akan mengulangi kesalahan masa lalu yang menghancurkan dan semakin merusak hubungan Tiongkok-AS. Itu hanya akan memperkuat kemauan dan tekad kuat rakyat Tiongkok untuk berbagi musuh bersama dan mendukung persatuan nasional."

Tiongkok akan mengikuti perkembangan dengan cermat dan dengan tegas dan penuh semangat mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya, kata konsulat tanpa memberikan perincian.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan Tiongkok tidak berhak mengeluh, karena Republik Rakyat Tiongkok tidak pernah memerintah pulau itu.

Kritik Tiongkok baru-baru ini terhadap perjalanan Tsai "menjadi semakin tidak masuk akal", kata Kemlu Taiwan.

"Bahkan jika pemerintah otoriter melanjutkan ekspansi dan mengintensifkan paksaan, Taiwan tidak akan mundur."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.