Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Produksi Beras, Menteri PU Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Terapkan Teknologi IPHA

📅 Minggu, 20 Apr 2025, 12:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tingkatkan Produksi Beras, Menteri PU Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Terapkan Teknologi IPHA Doc: Kementerian PU
Ket. Daerah Irigasi (DI) Rentang di Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka, Jawa Barat, dipilih sebagai lokasi percontohan penerapan IPHA karena merupakan sentra produksi padi utama dengan jaringan irigasi yang luas

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengajak kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi beras nasional dengan menerapkan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). Upaya ini merupakan wujud dukungan nyata Kementerian PU terhadap program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pelaksanaan program IPHA, Kementerian PU menggandeng sejumlah pihak terkait, di antaranya Kementerian Pertanian, TNI AD, pemerintah daerah, serta kelompok tani. Menteri Dody menegaskan bahwa sinergi antar-instansi sangat penting demi memastikan efisiensi penggunaan air sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Kami terus mendorong integrasi berbagai sektor untuk memastikan infrastruktur irigasi yang optimal dan efisien. Melalui penerapan teknologi IPHA, kita harapkan produktivitas beras nasional meningkat signifikan,” ujar Menteri Dody dalam keterangan kepada media, Sabtu (19/4).

Daerah Irigasi (DI) Rentang di Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka, Jawa Barat, dipilih sebagai lokasi percontohan penerapan IPHA karena merupakan sentra produksi padi utama dengan jaringan irigasi yang luas.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, telah melakukan berbagai langkah optimalisasi di DI Rentang, seperti rehabilitasi saluran irigasi, perbaikan pintu-pintu air, serta optimalisasi bendung Rentang. Upaya tersebut terbukti efektif mendukung pola pengairan hemat air.

Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menjelaskan bahwa IPHA menerapkan metode pengairan berselang (intermittent irrigation), yang mampu menghemat air hingga 30% tanpa mengurangi produktivitas tanaman padi.

“Dalam implementasi IPHA, kami bertanggung jawab atas pengaturan distribusi air sesuai kebutuhan masa tanam, termasuk pengaturan pintu air, jadwal pengairan, dan monitoring kondisi saluran. Kami juga terus berkoordinasi intensif dengan petugas lapangan serta kelompok tani untuk mencapai hasil maksimal,” jelas Dwi.

Untuk memperkuat penerapan IPHA, Kementerian PU mengembangkan sistem informasi pengelolaan air berbasis digital. Sistem ini membantu petani dan petugas lapangan mendapatkan informasi jadwal pengairan, volume debit air, hingga peringatan dini kekeringan secara akurat dan cepat.

Sebagai bentuk sosialisasi dan kolaborasi nyata, Kementerian PU akan menyelenggarakan panen demplot sekaligus pameran hasil panen teknologi IPHA di DI Rentang pada Selasa, 22 April 2025. Acara ini bertujuan memperlihatkan kualitas panen dan efektivitas teknologi IPHA dalam meningkatkan produksi padi nasional. Dalam kegiatan tersebut, akan dilakukan panen pada 3 demplot IPHA dari total 208 demplot yang telah dikembangkan.

Hingga kini, sebanyak 18 demplot IPHA telah dipanen dengan hasil panen yang jauh di atas rata-rata produktivitas padi konvensional. "Kami berharap kolaborasi lintas sektor dalam program IPHA ini akan mempercepat pencapaian target swasembada pangan serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Indonesia,” pungkas Menteri Dody.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.