Ternyata Mentraktir Teman Bisa Meningkatkan Kebahagiaan
📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation
Aimee E. Smith, The University of Queensland
Dalam momen-momen atau acara bersama sering muncul pertanyaan tentang siapa yang harus menalangi lebih dahulu. Misal ketika janjian nonton bioskop, teater, atau pergi ke taman bermain. Proses ini kerap jadi momen unik tersendiri sebelum kesenangan benar-benar dimulai.
Mengatur persoalan pembayaran (split bill) dengan orang lain—baik rekan kerja, teman dekat, atau kenalan baru—bisa jadi rumit dan mengganggu dinamika sosial dan pribadi.
Riset terbaru kami, yang diterbitkan dalam jurnal Psychology and Marketing, menunjukkan bahwa caramu membagi biaya di muka dapat memberikan beberapa dampak mengejutkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam beberapa kasus, meskipun rekening bankmu terkuras, menanggung seluruh biaya untuk diri sendiri dan orang lain justru dapat membuatmu lebih bahagia.
Namun, tentu hal ini tidak mutlak terjadi. Sebab, ada perbedaan norma dan ekspektasi dari masing-masing individu dalam setiap hubungan.
Dorongan ekonomi untuk pengalaman
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara psikologi, dalam kondisi keuangan yang sedang sulit, orang lebih suka menghabiskan uang mereka untuk barang-barang daripada pengalaman.
Hal tersebut merupakan dinamika hidup yang umum. Namun, ada bukti yang menunjukkan bahwa sebagian orang justru memprioritaskan pengalaman.
Pengalaman di sini bermakna bukan sekadar layanan, melainkan tentang menciptakan peristiwa yang berkesan. Dibandingkan barang-barang, pengalaman secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan kebahagiaan.
Sebagian besar manfaat yang kita peroleh dari pengalaman tersebut bergantung pada fakta bahwa kita membagikannya ke orang lain. Menginvestasikan uang untuk pengalaman memungkinkan kita menghabiskan waktu bersama orang lain dan terhubung dengan mereka melalui cara yang seringkali tidak dapat ditandingi oleh pembelian “barang”.
Faktor dorongan seperti dengan siapa kita pergi bersama, kualitas percakapan yang dihasilkan oleh suatu pengalaman, atau kejelasan yang kita miliki tentang minat orang lain dapat memengaruhi kebahagiaan sama besarnya dengan isi pengalaman itu sendiri.
Dalam pengalaman bersama, ketika mengeluarkan uang tidak dapat dihindari, bagaimana “siapa yang membayar” berpengaruh terhadap kebahagiaan mereka? Inilah pertanyaan yang kami ajukan dalam penelitian terbaru yang kami tulis bersama Belinda Barton dan Natalina Zlatevska.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!