Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tantangan pada 2023 Makin Kompleks dan Sulit Diprediksi

📅 Kamis, 22 Des 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tantangan pada 2023 Makin Kompleks dan Sulit Diprediksi Doc: ISTIMEWA
Ket. MENTERI KEUANGAN Sri Mulyani - Kita tidak bisa memilih tantangannya, yang kita bisa pilih adalah memperkuat kesiapan kita.

» Sepuluh mitra dagang utama Indonesia pada 2023 akan memasuki resesi. Artinya, permintaan terhadap produk-produk Indonesia akan menurun.

» Keuangan negara harus tertib, akuntabel, produktif, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

JAKARTA - Tantangan perekonomian pada 2023 akan semakin kompleks dan polanya menjadi sangat sulit terprediksi. Hal itu karena dipengaruhi adanya aspek geopolitik, aspek keamanan, dan aspek perang, selain aspek ekonomi seperti krisis pangan dan energi yang sumbernya kadang-kadang juga berasal dari non-ekonomi.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, dalam acara "Stakeholder Gathering DJPPR 2022" yang berlangsung secara daring di Jakarta, Rabu (21/12), berharap kerja sama yang terjalin secara baik antarpemangku kepentingan di masa-masa yang sangat luar biasa sulit akan semakin kuat dan baik. Hal itu akan menjadi modal Indonesia untuk maju ke depan.

Menkeu berpendapat Indonesia tidak bisa mengontrol kejutan, ujian, maupun tantangan yang ada lantaran merupakan bagian dari kehidupan dan perjalanan Indonesia sebagai sebuah negara.

"Kita tidak bisa memilih tantangannya, yang kita bisa pilih adalah memperkuat kesiapan kita," tegasnya.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat Indonesia dengan bekerja secara sinergis, kompeten, profesional, dan berintegritas tinggi.

Hal tersebut harus dilakukan agar uang masyarakat bisa betul-betul mencapai tujuannya, yaitu melindungi rakyat, melindungi ekonomi, dan melakukan tugas investasi untuk mempersiapkan generasi yang akan datang.

Di masa-masa sulit, jelas Menkeu, uang masyarakat yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen yang sangat penting dengan dimensi yang sangat kaya dan beragam.

Pengelolaan keuangan negara begitu rumit karena terdiri dari banyak hal, seperti penerimaan pajak, penerimaan bea dan cukai, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP), misalnya royalti, bagi hasil pemerintah dan kementerian/lembaga sehingga harus dikelola dengan sangat hati-hati.

Uang yang diambil dari perekonomian dan rakyat itu pun akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk berbagai belanja negara dan jika terdapat defisit anggaran, dilakukan untuk mendanai aktivitas yang ada dalam perekonomian.

"Ini yang kami jaga sebagai sebuah siklus APBN, keuangan negara yang tertib, akuntabel, produktif, dan bertanggung jawab kepada masyarakat," jelasnya.

Permintaan Menurun

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota: Transportasi Publik Bandung Naik Kelas

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota: Transportasi Pub...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Paparkan St...
Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.