Tahun 2026 Jadi Periode Seleksi Alam: Tanpa Inovasi, Bisnis Tinggal Tunggu Waktu Tumbang
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 21:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-KKP
JAKARTA – Inovasi dalam dunia usaha dinilai menjadi kunci untuk memenangkan persaingan pada 2026. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang makin kuat turut memicu persaingan yang kian ketat.
Meski peluang memang bertambah, namun pada saat yang sama juga menciptakan persaingan antarpelaku usaha.
"Pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur, investor menyiapkan pembiayaan, dan para ekonom menunjukkan peta risiko, semua bergerak terorkestrasi. Pertanyaannya, sejauh mana dunia usaha siap menggunakan momentum itu?" ujar CEO dan Co-founder Corporate Innovation Asia (CIAS) Indrawan Nugroho saat menjadi pembicara dalam ANTARA Business Forum (ABF) 2025 di Jakarta, Rabu (19/11).
Ia menekankan bahwa 2026 bukan lagi tahun untuk menambah aktivitas, melainkan tahun untuk meningkatkan kualitas strategi dan hasil.
Dunia usaha, kata dia, perlu bergerak lebih kreatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan global yang cepat membuat strategi umum tidak lagi relevan karena konsumen semakin cerdas, modal makin selektif, serta risiko yang semakin nyata.
Untuk itu, Indrawan menyampaikan empat langkah strategis yang perlu dijalankan pelaku usaha.
Pertama, dunia usaha harus memiliki karakter strategis, yakni kejelasan tentang arah fokus perusahaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita perlu punya karakter, mau fokus di segmen yang mana, di area mana yang memberikan nilai yang paling besar. Kita perlu memahami masalah utama dari pelanggan kita. Bukan cuma sekadar ikut-ikutan tren," jelasnya.
Kemudian, langkah kedua, pelaku usaha perlu membangun inovasi yang terstruktur.
Indrawan memandang banyak perusahaan memang berinovasi, tetapi sifatnya sporadis, ad hoc, sering hanya mengikuti pesaing atau tren.
Pada 2026, pola seperti itu tak lagi memadai. Inovasi harus menjadi sistem yang memiliki prioritas jelas, proses yang rapi, tujuan bisnis yang terukur, serta pembelajaran yang berkelanjutan.
Langkah ketiga yakni soal pentingnya ketangguhan operasional.
Ia memprediksi bahwa ketidakpastian masih akan mengintai di 2026, sehingga bisnis perlu membangun rantai pasok yang fleksibel, tim yang mampu bekerja dengan data, kemampuan memanfaatkan teknologi seperti akal imitasi (AI), serta proses operasional yang efisien.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!