Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Susul Covid-19, WHO Cabut Status Darurat Kesehatan Global Cacar Monyet

📅 Jumat, 12 Mei 2023, 10:15 WIB | Oleh:
Susul Covid-19, WHO Cabut Status Darurat Kesehatan Global Cacar Monyet Doc: Pixabay
Ket. Ilustrasi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan mpox saat ini tidak lagi masuk sebagai penyakit dalam keadaan darurat kesehatan global. Ini hampir tepat setahun setelah penyakit yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet itu mulai menyebar ke seluruh dunia.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah jumlah kasus yang menurun drastis di seluruh dunia. Namun, penyakit tersebut tetap menjadi ancaman, terutama di daerah-daerah Afrika, di mana penyakit ini telah lama menjadi endemik.

Pengumuman ini muncul seminggu setelah badan PBB tersebut juga menyatakan bahwa Covid-19 tidak lagi merupakan keadaan darurat kesehatan global yang menjadi perhatian internasional (PHEIC), yang merupakan level tertinggi dari tingkat kewaspadaan.

"Namun, seperti halnya dengan Covid-19, bukan berarti pekerjaan telah selesai," kata Tedros, dikutip dari AFP, Jumat (12/5).

"Meskipun keadaan darurat mpox dan Covid-19 telah berakhir, ancaman gelombang baru tetap ada untuk keduanya. Kedua virus tersebut terus beredar dan keduanya terus membunuh," tambahnya.

Meskipun beberapa negara di Afrika Tengah dan Barat telah mengalami wabah lokal selama beberapa dekade, pada bulan Mei tahun lalu kasus mpox mulai bermunculan di Eropa, Amerika Utara, dan di tempat lain, sebagian besar di antara pria yang berhubungan seks dengan pria.

WHO menyatakan cacar air sebagai PHEIC pada bulan Juli. Jumlah orang yang terinfeksi penyakit ini, yang menyebabkan demam, nyeri otot dan lesi kulit seperti bisul secara konsisten turun sejak saat itu. Lebih dari 87 ribu kasus dan 140 kematian telah dilaporkan dari 111 negara selama wabah global ini, menurut hitungan WHO.

Negara-negara dengan kasus terbanyak selama wabah global adalah Amerika Serikat, Brasil, Spanyol, Prancis, Kolombia, Meksiko, Peru, dan Inggris, menurut hitungan tersebut.

Di sisi lain, Tedros mengatakan bahwa hampir 90 persen lebih sedikit kasus yang tercatat selama tiga bulan terakhir dibandingkan dengan periode tiga bulan sebelumnya.

"Meskipun kami menyambut baik tren penurunan kasus mpox secara global, virus ini terus memengaruhi masyarakat di semua wilayah, termasuk di Afrika, di mana penularannya masih belum dipahami dengan baik," ucapnya.

Hingga setahun yang lalu, penyebarannya di antara manusia hanya terbatas pada negara-negara Afrika Barat dan Tengah tertentu, di mana wabah lokal diperkirakan disebabkan oleh virus yang melompati manusia dari hewan-hewan kecil. Setelah status darurat dicabut untuk Covid dan cacar air, kini hanya ada satu PHEIC yang dideklarasikan WHO, yakni virus polio, yang dideklarasikan pada bulan Mei 2014.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.