Suriah Segera Susun Deklarasi Konstitusional Transisi
📅 Selasa, 04 Mar 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/SANA
DAMASKUS - Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, mengumumkan pada Minggu (2/3) pembentukan komite untuk menyusun deklarasi konstitusional bagi transisi negara tersebut, setelah penggulingan penguasa lama, Bashar al-Assad.
Pemerintah baru tersebut berfokus pada pembangunan kembali Suriah dan lembaga-lembaganya setelah Assad digulingkan pada 8 Desember lalu, yang mengakhiri lebih dari setengah abad pemerintahan tangan besi keluarganya dan 13 tahun perang yang menghancurkan.
“Kantor Kepresidenan Suriah telah mengumumkan pembentukan komite ahli yang bertugas menyusun deklarasi konstitusional yang mengatur fase transisi di Suriah. Komite yang beranggotakan tujuh orang nantinya tersebut akan menyerahkan usulannya kepada presiden,” kata kantor Kepresidenan Suriah dalam sebuah pernyataan, tanpa menyebutkan jangka waktunya.
Pada akhir Januari lalu, Sharaa menjanjikan sebuah deklarasi konstitusional yang akan berfungsi sebagai rujukan hukum selama masa transisi negara tersebut.
Pengumuman pada Minggu tersebut disampaikan berdasarkan aspirasi rakyat Suriah dalam membangun negara mereka berdasarkan supremasi hukum, dan berdasarkan hasil konferensi dialog nasional Suriah, kata Kantor Kepresidenan Suriah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pengumuman tersebut juga disampaikan dengan tujuan untuk menyiapkan kerangka hukum yang mengatur fase transisi,” imbuh kantor itu.
Jalan Baru
Terkait pengumuman ini, sebuah konferensi dialog nasional akan diselenggarakan pekan ini di Damaskus menetapkan jalan bagi Suriah yang baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komite tersebut meliputi Abdul Hamid al-Awak, yang meraih gelar doktor dalam hukum tata negara dan mengajar di sebuah universitas di Turki, dan Yasser al-Huwaish, yang diangkat tahun ini sebagai dekan fakultas hukum Universitas Damaskus.
Komite ini juga mencakup Bahia Mardini, seorang jurnalis dengan gelar doktor hukum yang telah tinggal di Inggris, satu dari dua perempuan di panel tersebut, dan Ismail al-Khalfan, yang memegang gelar doktor hukum dengan spesialisasi hukum internasional, dan yang tahun ini diangkat menjadi dekan fakultas hukum di Universitas Aleppo.
Anggota komite lainnya, Mohammed Reda Jalkhi, memegang gelar doktor hukum dengan spesialisasi hukum internasional dari universitas Idlib, tempat dia lulus pada 2023.
Pernyataan terakhir dari konferensi dialog pekan ini menyerukan sebuah komite konstitusi untuk menyiapkan rancangan konstitusi permanen bagi negara yang mencapai keseimbangan antara otoritas, menetapkan nilai-nilai keadilan, kebebasan dan kesetaraan, dan membangun negara hukum dan kelembagaan.
Konflik Suriah pecah pada 2011 setelah Assad secara brutal menekan protes antipemerintah. Konflik tersebut berubah menjadi konflik kompleks yang telah menewaskan lebih dari 500.000 orang, membuat jutaan orang lainnya mengungsi di dalam dan luar negeri dan menghancurkan sektor ekonomi, infrastruktur, dan industri.
Pada Desember, pemerintahan sementara ditunjuk untuk memimpin negara itu hingga 1 Maret, saat pemerintahan baru akan dibentuk. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!