Sungai Potomac Tercemar Limbah, Trump Keluarkan Deklarasi Darurat
📅 Minggu, 22 Feb 2026, 22:40 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: wikimedia commons
WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (21/2) menyetujui deklarasi keadaan darurat untuk Washington, D.C., menyusul runtuhnya saluran pembuangan dan tumpahan limbah yang terus mencemari Sungai Potomac.
Federal Emergency Management Agency (FEMA) dalam sebuah siaran pers mengumumkan bahwa bantuan bencana federal tersedia bagi Distrik Columbia untuk mendukung upaya-upaya tanggap darurat yang diakibatkan oleh jebolnya saluran pembuangan air limbah sejak 19 Januari.
"Tindakan Presiden memberikan wewenang kepada FEMA untuk mengoordinasikan semua upaya bantuan bencana guna meringankan kesulitan dan penderitaan yang disebabkan oleh keadaan darurat pada penduduk setempat dan memberikan bantuan yang tepat untuk menyelamatkan nyawa, melindungi properti, kesehatan dan keselamatan publik, serta untuk mengurangi atau menghindari ancaman bencana," kata FEMA, seraya menambahkan bahwa bantuan ini adalah untuk Distrik Columbia dan wilayah yang menjadi tanggung jawab distrik tersebut di Negara Bagian Maryland dan Persemakmuran Virginia.
Wali Kota Washington DC Muriel Bowser pada Jumat (20/2) menegaskan kembali bahwa air minum tidak terdampak oleh tumpahan limbah di Sungai Potomac.
Pada 19 Januari, satu seksi dari Potomac Interceptor, pipa limbah utama yang dioperasikan oleh DC Water, jebol dan melepaskan lebih dari 200 juta galon air limbah ke Sungai Potomac.
Bowser pada 18 Februari menyatakan bahwa tumpahan limbah di Sungai Potomac yang telah berlangsung selama satu bulan tersebut sebagai keadaan darurat publik setempat, guna meminta dukungan federal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!