Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sony Dikabarkan Belum Memutuskan untuk Menunda Peluncuran PlayStation 6 Meskipun Terjadi Kelangkaan RAM

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 00:04 WIB | Oleh:
Sony Dikabarkan Belum Memutuskan untuk Menunda Peluncuran PlayStation 6  Meskipun Terjadi Kelangkaan RAM Doc: Istimewa
Ket. Menurut sumber internal, industri ini masih membutuhkan waktu setidaknya satu tahun lagi untuk membuat keputusan pasti, sehingga spekulasi saat ini masih terlalu dini.

Menurut rumor terbaru, Sony Interactive Entertainment belum memutuskan untuk menunda peluncuran konsol generasi terbarunya, Play Station 6, meskipun terjadi kekurangan RAM.

Dari Twisted Voxel, dalam video terbarunya, kreator konten dan pakar perangkat keras Moore's Law Is Dead (MLID) membahas rumor baru-baru ini mengenai penundaan peluncuran konsol generasi berikutnya dari Sony Interactive Entertainment, PS6, karena kelangkaan RAM global. Menurutnya, belum ada keputusan seperti itu yang benar-benar dibuat. Ia mencatat bahwa diskusi tersebut menjadi ramai setelah sebuah laporan yang dikaitkan dengan pakar industri Tom Henderson, yang sendiri tidak mengkonfirmasi adanya penundaan. Sebaliknya, laporan tersebut menyoroti kekhawatiran di dalam Sony dan Microsoft mengenai kendala pasokan memori yang saat ini dialami oleh sebagian besar industri teknologi.

Penundaan PS6

Seperti yang dikatakan MLID, “Semua orang khawatir tentang kekurangan RAM saat ini,” mencatat bahwa diskusi semacam itu tidak dapat dihindari untuk perusahaan mana pun yang memproduksi perangkat keras yang sangat bergantung pada memori. Namun, ia menambahkan, “Keputusan untuk menunda konsol apa pun belum dibuat. Sony belum mengadakan pertemuan di mana mereka mengatakan, 'Kami menunda PS6.' Tidak. Belum terjadi.”

Menurut sumber internal industri perangkat keras, Sony dan AMD telah memiliki kontrak dengan TSMC untuk memproduksi perangkat keras PlayStation 6, khususnya AMD APU, sekitar pertengahan tahun 2027 , dan rencana tersebut tetap tidak berubah. Ia menekankan bahwa pembuatan APU dan pemilihan RAM adalah keputusan yang terpisah. Dengan kata lain, pembuat konsol dapat melanjutkan produksi chip sambil membiarkan pilihan konfigurasi memori terbuka hingga jauh kemudian dalam prosesnya.

MLID berpendapat bahwa Sony kemungkinan akan menunggu hingga mendekati akhir tahun 2026 untuk mengevaluasi kondisi pasar RAM sebelum menyelesaikan spesifikasi. Pada saat itu, perusahaan dapat menilai apakah harga telah cukup stabil untuk dengan nyaman memilih di antara opsi seperti konfigurasi memori 24GB, 36GB, atau lebih tinggi. Dia merujuk pada PlayStation 4 sebagai contoh, mengingat bagaimana keputusan Sony untuk menggandakan RAM-nya dari 4GB menjadi 8GB datang relatif terlambat dalam pengembangan.

MLID berpendapat bahwa penundaan hanya akan dipertimbangkan jika kondisi memburuk secara signifikan. Dalam skenario tersebut, Sony mungkin akan menunda peluncuran PS6 hingga awal 2028. Namun untuk saat ini, baik Sony maupun Microsoft hanya memantau situasi. Menurut sumber internal, industri ini masih membutuhkan waktu setidaknya satu tahun lagi untuk membuat keputusan pasti, sehingga spekulasi saat ini masih terlalu dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.