Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Solusi Macet Puncak, Bupati Bogor Paparkan Rencana Kereta Gantung SSLRT

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 17:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Solusi Macet Puncak, Bupati Bogor Paparkan Rencana Kereta Gantung SSLRT Doc: Antara
Ket. Bupati Bogor Rudy Susmanto, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kabupaten Bogor - Bupati Bogor Rudy Susmanto memaparkan rencana pembangunan Suspended String Light Rail Transport (SSLRT) atau kereta gantung yang dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pemaparan tersebut disampaikan Rudy dalam rapat ekspose, di Pendopo Bupati, Cibinong, Selasa (9/9). Ia menegaskan bahwa proyek SSLRT menjadi langkah awal menghadirkan sarana transportasi modern, efisien, dan ramah lingkungan.

“Ekspose ini merupakan awal dalam menghadirkan solusi transportasi modern, efisien, dan ramah lingkungan untuk masyarakat dan wisatawan Kabupaten Bogor,” kata Rudy.

Menurutnya, kawasan Puncak selama ini menghadapi persoalan klasik berupa kemacetan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Kehadiran SSLRT dinilai mampu memberikan alternatif moda transportasi yang aman dan nyaman.

Rudy menambahkan, desain kereta gantung sesuai dengan kondisi geografis Puncak yang berbukit dan padat pengunjung. Dengan jalur udara, beban lalu lintas darat diharapkan bisa berkurang signifikan.

Selain itu, SSLRT juga digadang-gadang menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Bogor. Moda transportasi ramah lingkungan ini diproyeksikan dapat menambah daya tarik destinasi wisata unggulan di kawasan tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah beberapa kali menggulirkan rencana penyediaan transportasi umum berupa kereta layang di kawasan wisata Puncak.

Terakhir, Pemkab Bogor mengusulkan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pada tahun 2024 dengan konsep B2B (Business to Business). B2B merupakan sebuah transaksi bisnis yang terjadi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.

Pemkab Bogor saat itu bahkan telah menyusun konsep penyediaan kereta layang dengan enam stasiun pemberhentian yang terhubung dari Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pass di perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur.

Titik awal stasiun skytrain, yaitu di area parkir bus Gunung Mas, kedua di areal perluasan Rest Area Gunung Mas, ketiga di Pakis Hill, keempat di Pinus Forest, kelima di Bukit Sumbul, dan terakhir Puncak Pass.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.