Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Seto Mulyadi Orang Tua Harus Kreatif dalam Mendampingi Anak Belajar di Rumah

📅 Sabtu, 13 Jun 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seto Mulyadi Orang Tua Harus Kreatif dalam Mendampingi Anak Belajar di Rumah Doc: ISTIMEWA

Pandemi virus korona baru (Covid-19) berdampak pada hampir seluruh sektor kehidupan. Di Indonesia sendiri, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan bertambahnya jumlah kasus positif pasien Covid-19. Pada masa awal peningkatan jumlah kasus, Presiden RI, Joko Widodo, juga mengimbau agar bekerja, belajar, dan beribadah dilakukan dari rumah.

Kebijakan itu menuntut masyarakat mengubah pola kegiatan menjadi berbasis dalam jaringan (daring) atau online. Di sektor pendidikan, kegiatan belajar-mengajar juga dilakukan dari rumah. Perubahan ini menuntut para orang tua selain mengasuh anak, juga ikut berperan dalam memastikan pembelajarannya.

Banyak tantangan yang dihadapi pada masalah ini, di antaranya belum terbiasanya orang tua dalam mengajar sekaligus mengasuh anak. Tidak jarang mereka menerapkan kekerasan dalam mengajar dan mengasuh. Selain itu, anak yang terbiasa berkegiatan di luar rumah juga mudah stres, sehingga pembelajaran di rumah tidak efektif.

Hal ini tentu harus dihindari mengingat pada masa kenormalan baru, kegiatan pembelajaran masih dilaksanakan dari rumah. Untuk mendalami terkait pengasuhan dan pembelajaran anak dari rumah, wartawan Koran Jakarta, M Aden Ma'ruf, mewawancarai psikolog sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi. Berikut petikannya.

Bagaimana proses pengasuhan anak yang efektif selama pandemi ini?

Terlepas dari pandemi atau tidak, para orang tua harus menjadi efektif dalam pengasuhan anak. Sebab, sering kali mereka hanya menjadi orang tua biologis dan melupakan peran sebagai sahabat bagi anak dan menciptakan suasana yang mendukung. Orang tua harus menjadi efektif. Mereka sering hadir di dekat anak, tapi tidak di hatinya.

Selain itu, saat ini fungsi orang tua dalam pengasuhan terutama sebagai pranata atau institusi kontrol bagi anak masih kurang. Dampaknya, tak sedikit anak yang keluar dari rumah dan terpapar tindakan menyimpang, bahkan cenderung kriminal.

Bapak-ibu harus terlibat dalam pengembangan pembelajaran dan karakter anak. Orang tua jangan mengajarkan kedua hal tersebut dengan kekerasan karena akan merusak tumbuh kembang anak. Kunci sukses menghadapi anak adalah kreatif dan penuh cara-cara baru yang sesuai dengan zamannya.

Para orang tua harus bisa menciptakan "Rumah Ramah Anak". Konsep tersebut bisa dimulai dengan menciptakan rapat keluarga untuk mendengar suara anak dalam menilai proses pengasuhan orang tua. Masa depan anak dimulai dari rumah.

Pandemi Covid-19 melahirkan kebiasaan-kebiasaan baru. Bagaimana orang tua meresponsnya dalam pengasuhan anak?

Suasana yang baik harus selalu ditumbuhkan dalam mengasuh anak, meski dalam masa-masa sulit seperti pandemi Covid-19. Orang tua memegang peranan penting dalam mengasuh dan mendampingi proses belajar. Penting bagi mereka menghindari pendekatan kekerasan dalam mendidik dan mengajar anak. Belajar tidak harus dengan cara-cara kekerasan, tapi memerlukan kreativitas dan ide-ide menarik dari orang tua.

Pada dasarnya, dunia anak adalah bermain. Karena itu, suasana belajar dan bermain harus dipadukan. Buat anak senang untuk belajar dengan membangun suasana yang menyenangkan.

Hidup pada masa pandemi Covid-19 ini memang tidak mudah, tapi salah satu kekuatan orang tua dalam pengasuhan anak di era seperti sekarang adalah senyuman. Mohon para orang tua jangan pernah tinggalkan senyum. Begitu bangun tidur pagi hari, ambil kaca, katakan pada diri sendiri bahwa tersenyum lebih cantik dari seorang aktris.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Punya Panorama Pegunungan, Sekolah Rakyat Bogor Siap Jadi Kawasan Pendidikan Modern

Punya Panorama Pegunungan, Sekolah Rakyat Bogor Siap Jadi Kawasan Pendidikan Modern

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.