Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Serukan Tetap di Kampung dan Membangun Desa

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Serukan Tetap di Kampung dan Membangun Desa Doc: Dinas Kominfo Jateng
Ket. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyerukan untuk tetap tinggal di kampung halaman di momen mudik Lebaran 2025. Lebih baik tetap di kampung, membangun desanya masing-masing, dan bersama-sama membuka lapangan kerja.

Pada momentum Lebaran 2025, Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat melalui program mudik dan balik gratis yang berhasil menciptakan arus perjalanan yang kondusif.

Dalam wawancara eksklusif, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa meski terjadi penurunan jumlah pemudik dibandingkan tahun sebelumnya, hal tersebut tidak mengurangi semangat pelayanan pemerintah untuk meringankan beban biaya perjalanan para perantau, terutama bagi pekerja informal.

Dengan sinergi dari kepolisian, TNI, serta berbagai instansi terkait, operasi kemanusiaan ini bukan hanya sekadar menyediakan transportasi gratis, melainkan juga menjadi wujud harapan agar para pemudik dapat memanfaatkan uang saku mereka untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan lokal. Melalui program ini, Gubernur Luthfi menekankan pentingnya gotong-royong dalam membangun kembali daerah asal, guna mengurangi ketergantungan pada perantauan dan membuka peluang kerja di wilayah Jawa Tengah.

Berikut wawancara Wartawan Koran Jakarta Henri Pelupessy dengan Ahmad Luthfi terkait persiapan dan kesiapan arus mudik serta arus balik Lebaran 2025 di Kota Semarang, beberapa hari lalu. Berikut petikan wawancaranya.

Pak Gubernur, bagaimana Bapak menilai pelaksanaan mudik Lebaran 2025 di wilayah Jawa Tengah?

Alhamdulillah, pelaksanaan mudik tahun ini berlangsung sangat kondusif. Saya atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Jawa Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran petugas—baik dari kepolisian maupun TNI—yang telah memberikan pelayanan, pengamanan, dan jaminan keamanan. Ini adalah representasi nyata dari hadirnya negara dalam bentuk operasi kemanusiaan. Kita bersyukur, semua berjalan lancar, tertib, dan aman.

Apakah ada perubahan signifikan dari jumlah pemudik dibandingkan tahun sebelumnya?

Tahun lalu jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Tengah mendekati angka 280 ribu orang. Tahun ini turun sekitar 24 sampai 25 persen. Namun penurunan ini tidak menjadi hambatan bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Penurunan itu juga dipengaruhi oleh distribusi waktu libur yang lebih merata, sehingga arus pemudik menyebar dan tidak terjadi penumpukan yang signifikan.

Bagaimana bentuk pelayanan Pemprov Jawa Tengah dalam mendukung para pemudik tahun ini?

Kami tetap menjalankan program tahunan kami, yaitu mudik dan balik gratis. Pada 26 dan 27 Maret 2025 lalu, kami sediakan lebih dari 300 unit bus dan 16 gerbong kereta api. Semua itu diberikan secara gratis, tanpa biaya sepeser pun bagi masyarakat. Untuk arus balik, kami juga siapkan kereta Tawang Jaya yang memberangkatkan 288 warga dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasarsenen, Jakarta. Selain itu, kami siapkan juga sekitar 65 hingga 70 armada bus yang diberangkatkan dari tiga titik besar yaitu Asrama Haji Donohudan, Terminal Tipe A Pekalongan, dan Terminal Tipe A Bulupitu di Banyumas.

Apa pesan Bapak kepada para pemudik, khususnya mereka yang kembali dari Jakarta?

Pesan saya jelas. Jika di Jakarta belum ada pekerjaan tetap, jangan kembali dulu. Lebih baik tetap di kampung, bangun desanya masing-masing. Saya sampaikan langsung saat melepas para pemudik di TMII Jakarta, bahwa membangun desa tidak kalah mulianya. Dan ini saat yang tepat, ketika mereka masih memiliki uang saku dari hasil kerja di ibu kota. Kalau sangu-nya masih cukup, lebih baik dipakai untuk membangun ekonomi keluarga dan komunitas di desa. Kita bangun Jawa Tengah bersama-sama, dari bawah, dari desa.

Apakah Pemerintah Provinsi sudah siap mendukung hal ini?

Para bupati dan wali kota di Jawa Tengah telah saya minta untuk bertanggung jawab dalam menyejahterakan warganya. Mereka punya peran strategis untuk membuka lapangan kerja dan menciptakan kegiatan produktif di daerah. Tidak perlu warga kita jauh-jauh merantau kalau peluang di daerah terus kita perkuat. Jadi, kalau memang belum punya pekerjaan di Jakarta, ya lebih baik bertahan di kampung dan kita akan bantu dari sisi pemberdayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.