Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seoul Cekal Lebih Banyak Pejabat Tinggi

📅 Rabu, 11 Des 2024, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seoul Cekal Lebih Banyak Pejabat Tinggi Doc: AFP/Jung Yeon-je
Ket. Ratusan pengunjuk rasa melancarkan aksi protes di luar di luar Majelis Nasional Korsel di Seoul pada Selasa (10/12). Mereka menyuarakan tuntutan agar Presiden Yoon Suk-yeol segera mengundurkan diri menyusul upaya yang gagal untuk memberlakukan darurat

SEOUL - Pihak berwenang Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (10/12) mengumumkan pencekalan terhadap lebih banyak pejabat tinggi menyusul upaya yang gagal dari Presiden Yoon Suk-yeol untuk memberlakukan darurat militer.

Sehari setelah Yoon sendiri dikenai larangan bepergian, partainya sementara itu tengah menyusun peta jalan pengunduran diri yang kabarnya dapat membuatnya mengundurkan diri pada Februari atau Maret sebelum pemilihan umum baru, sementara pihak oposisi berencana untuk menyelenggarakan pemungutan suara pemakzulan setiap akhir pekan.

Presiden Yoon menangguhkan pemerintahan sipil sepekan yang lalu dan mengirim pasukan khusus dan helikopter ke parlemen, sebelum anggota parlemen memaksanya untuk mencabut dekrit di negara yang dianggap sebagai demokrasi yang stabil.

Sementara itu para penyelidik saat ini sedang menyelidiki presiden dan komplotan sekutunya atas tuduhan pemberontakan terkait rangkaian kejadian politik luar biasa pada pekan lalu.

“Pada Selasa, Cho Ji-ho, Komisaris Jenderal Badan Kepolisian Nasional Korea, dan dua pejabat tinggi polisi lainnya, menjadi orang terakhir yang dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri,” kata pihak kepolisian Korsel kepada AFP.

Mantan menteri pertahanan, menteri dalam negeri, dan panglima darurat militer, Jenderal Park An-su sudah dikenai larangan bepergian dan mereka bersama petinggi lainnya sedang diperiksa oleh anggota parlemen pada Selasa.

Presiden Yoon sendiri nyaris lolos dari upaya pemakzulan di parlemen pada Sabtu (7/12) lalu ketika puluhan ribu orang menuntut pemakzulannya. Usulan tersebut gagal setelah anggota Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berkuasa melakukan aksi walk out dari parlemen, sehingga kehilangan mayoritas dua pertiga yang diperlukan.

Kudeta Kedua

Sementara itu setidaknya beberapa ratus pengunjuk rasa menggelar unjuk rasa lagi pada Selasa malam di luar Majelis Nasional, melambaikan tongkat cahaya dan memegang plakat bertuliskan, “Dakwa Yoon Suk-yeol, penjahat pemberontak.”

PPP menyatakan bahwa Yoon, 63 tahun, telah setuju untuk menyerahkan kekuasaan kepada perdana menteri dan ketua partai, yang mendorong pihak oposisi menuduhnya melakukan kudeta kedua.

Media lokal melaporkan pada Selasa bahwa PPP akan segera mengumumkan peta jalan pengunduran diri untuk mencegah usulan pemakzulan baru, yang ingin diajukan pihak oposisi kepada anggota parlemen pada hari Sabtu.

Satuan tugas partai juga dilaporkan meninjau dua opsi, termasuk agar Yoon mengundurkan diri pada Februari dengan pemilihan umum pada April, atau mengundurkan diri pada Maret dengan pemungutan suara di bulan Mei.

Dengan oposisi memegang 192 kursi di parlemen yang beranggotakan 300 orang, hanya delapan anggota PPP yang perlu memberikan suara mendukung usulan pemakzulan baru agar dapat diloloskan. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.