Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nepal Cekal Mantan Perdana Menteri KP Sharma Oli Pasca Demo Rusuh

📅 Senin, 29 Sep 2025, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nepal Cekal Mantan Perdana Menteri KP Sharma Oli Pasca Demo Rusuh Doc: AFP
Ket. PM Nepal KP Sharma Oli yang telah digulingkan dalam aksi protes awal Septmber lalu

KATHMANDU – Nepal memberlakukan larangan perjalanan terhadap perdana menteri terguling KP Sharma Oli dan empat mantan pejabat senior, sebagai bagian dari penyelidikan atas kerusuhan mematikan awal bulan ini, kata menteri dalam negeri, Senin (29/9).

Aksi protes yang dipimpin anak-anak muda Nepal yang dimulai pada 8 September akibat larangan media sosial, kesulitan ekonomi, dan korupsi dengan cepat berubah menjadi kemarahan nasional setelah tindakan keras yang mematikan.

Kekerasan yang terjadi selama dua hari menewaskan sedikitnya 73 orang, gedung parlemen dan kantor pemerintah dibakar, dan memaksa pemerintah runtuh.

Selain Oli, larangan bepergian diberlakukan pada mantan menteri dalam negeri Ramesh Lekhak, mantan kepala badan keamanan Departemen Investigasi Nasional, Hutaraj Thapa, dan dua birokrat senior lainnya.

Perdana Menteri Sementara Sushila Karki, yang memimpin negara Himalaya itu hingga pemilihan umum pada Maret 2026, membentuk sebuah komisi untuk menyelidiki kekerasan tersebut.

Pembatasan perjalanan tersebut direkomendasikan pada hari Minggu oleh komisi tersebut.

Menteri Dalam Negeri Om Prakash Aryal mengatakan kepada AFP pada hari Senin, larangan tersebut "sudah berlaku." 

Anggota komisi Bigyan Raj Sharma mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Minggu, kelima orang tersebut harus memperoleh izin untuk meninggalkan Lembah Kathmandu karena mereka "mungkin perlu hadir untuk penyelidikan kapan saja".

Federasi Kamar Dagang dan Industri Nepal (FNCCI) memperkirakan sektor swasta, termasuk industri otomotif, perhotelan, dan ritel, mengalami kerugian senilai $600 juta. 

Mantan perdana menteri Oli menyalahkan "penyusup" karena memicu pertumpahan darah dan menuduh senapan yang digunakan dalam protes berasal dari sumber lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

35 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.