Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Militer Halangi Eksekusi Penangkapan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol

📅 Jumat, 03 Jan 2025, 12:34 WIB | Oleh:
Militer Halangi Eksekusi Penangkapan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Doc: France 24

Militer Korea Selatan dilaporkan menghalangi upaya Kantor Investigasi Korupsi Pejabat Tinggi (CIO) untuk mengeksekusi perintah pengadilan menangkap Presiden Yoon Suk Yeol. Peristiwa ini terjadi di kediaman presiden, di mana unit militer dilaporkan memblokir akses tim eksekusi.

Mengutip laporan Yonhap News, CIO memulai proses eksekusi perintah pengadilan pada Kamis (2/1/2025). Namun, tim tersebut tidak dapat memasuki kediaman presiden karena dihadang oleh unit militer yang berjaga di lokasi.

Selain itu, ratusan pendukung Presiden Yoon juga berkumpul di sekitar kediamannya untuk memberikan dukungan sekaligus menghalangi upaya penangkapan. Pihak kepolisian yang hadir di lokasi sempat membubarkan sebagian pendukung untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Pengadilan Korea Selatan mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Yoon Suk Yeol pada 3 Desember 2024. Perintah ini terkait dengan kasus darurat militer yang melibatkan pelanggaran hukum dan penyalahgunaan wewenang selama masa pemerintahannya.

CIO, yang memiliki mandat untuk menangani kasus korupsi pejabat tinggi, diberi batas waktu hingga Senin (6/1/2025) untuk mengeksekusi perintah tersebut. Namun, hingga kini, eksekusi tersebut menghadapi hambatan signifikan, termasuk intervensi militer dan tekanan dari pendukung presiden.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan politik di Korea Selatan. Penolakan militer untuk mematuhi perintah pengadilan menjadi isu serius, menimbulkan pertanyaan tentang supremasi hukum dan netralitas militer dalam sistem demokrasi negara tersebut.

Sementara itu, pihak oposisi mendesak pemerintah untuk memastikan penegakan hukum berjalan tanpa hambatan.

“Tidak ada yang berada di atas hukum, termasuk presiden,” ujar seorang anggota parlemen oposisi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan maupun CIO terkait perkembangan situasi di lapangan. Kasus ini terus dipantau secara intens oleh berbagai pihak di dalam dan luar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.